23 October 2020, 11:45 WIB

Menag Kecam Teror Bom Sebabkan Mufti Damaskus Wafat


Siswantini Suryandari | Internasional

 Syrian Presidency Facebook page / AFP
  Syrian Presidency Facebook page / AFP
Foto diambil tahun 2016 milik Pemerintah Suriah, saat Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni menjadi imam salat berjamaah.

MUFTI Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni wafat, Kamis (22/10) setelah mobil yang dikendarainya meledak akibat bom yang dipasang di kendaraannya. Menag Fachrul Razi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya ulama terkemuka di Suriah tersebut.

"Kami tentu sangat berduka atas wafatnya Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni. Insya Allah beliau syahid. Selama ini, beliau dikenal sebagai ulama yang sangat moderat,” tutur Menag dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat (23/10).

"Jalinan kerja sama Indonesia dan Suriah selama ini sangat baik, utamanya dalam penguatan moderasi beragama. Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Suriah,” sambungnya.

Menag juga mengecam tindakan teror bom yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab. Menurutnya, tindakan seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan. 

"Itu jelas tindakan tidak bertanggung jawab. Saya sangat mengecam pengeboman itu. Itu tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun," tegas Menag.

baca juga: Mewaspadai Masifnya Penyebaran Radikalisme di Indonesia

Pada November 2018, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni pernah berkunjung ke Kementerian Agama, bertemu Menteri Agama. Pertemuan saat itu membahas rencana kerja sama pengkaderan da’i. Dalam kesempatan itu, Syekh Adnan mengapresiasi masyarakat muslim Indonesia yang dapat menjaga stabilitas keamanan di tengah krisis kemanusiaan yang saat ini banyak menerpa negara-negara Timur Tengah. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT