23 September 2020, 20:48 WIB

Banjir dan Longsor Landa 6 Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

Antara
 Antara
Ilustrasi

BANJIR dan tanah longsor terjang enam kecamatan di Kabupaten Aceh BaratDaya, Aceh, Rabu (23/9) pukul 17.23 WIB, setelah terjadi hujan deras disekitar wilayah tersebut.

Akibatnya, banjir 30 sentimeter (cm) hingga 50 cm rendam puluhan rumah serta longsor menutup akses jalan nasional di Desa Gunung Samarinda.

Keenam kecamatan tersebut yakni, Kecmatan Blangpidie (Desa Mata Le dan Alu Mangota); Susoh (Padang Baru dan Pulau Kayu); Tangan Tangan (Gunung Cut, Padang Kawa dan Blang Padang); Manggeng (Tokoh I dan Padang); Lembah Sabil (Tokoh II) dan Kecamatan Babahrot (Gunung Samarinda).

"Total desa terdampak sebanyak 11 desa pada 6 kecamatan tersebut," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Raditya Jati dalam keterangannya, Rabu (23/9).

Merespon kejadian ini, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Aceh Barat Daya menuju titik-titik terdampak dan melakukan kaji cepat. Pemerintah daerah setempat juga menurunkan alat berat untuk membersihkan material tanah longsor di Desa Gunung Samarinda.

Baca juga : Sekda Kabupaten Kupang Positif Covid-19

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memonitor perkembangan penanganan darurat dan melakukan koordinasi dengan Pusat Pengendali Operasi BPBD Kabupaten Aceh Barat Daya.

Aceh Barat Daya termasuk kabupaten memiliki tingkat risiko bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Teridentifikasi 9 kecamatan seluas 30.980 hektar yang memiliki potensi bahaya tersebut, sedangkan populasi terpapar dengan potensi bahaya banjir sebanyak 71.453 jiwa.

Sedangkan tanah longsor, kabupaten ini juga memiliki tingkat risiko dengan kategori sedang hingga tinggi yang teridentifikasi di 8 kecamatan. Jumlah populasi terpapar potensi bahaya tanah longsor sebanyak 6.860 jiwa.

Sementara itu, berdasarkan peringatan dini cuaca tiga hari ke depan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan wilayah Aceh termasuk salah satu wilayah yang perlu diwaspadai. Hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada 23 hingga 25 September 2020.

Masyarakat setempat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya banjir dan tanah longsor, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Di samping dua potensi bahaya tersebut, masyarakt perlu mewaspadai potensi bahaya lainnya seperti banjir bandang, gempa bumi dan tsunami. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT