14 September 2020, 04:05 WIB

Dikalahkan Anak Didiknya, Rossi 'Menyesal' Dirikan Akademi VR46


Widhoroso | Olahraga

AFP
 AFP
Pembalap tim Yamaha Valentino Rossi 

VALENTINO Rossi tak pernah menyangka setelah ia mendirikan akademi pembalap, VR46 pada 2013 silam, suatu ketika anak-anak didiknya bakal mengalahkannya di lintasan balap. Secara berkelakar, pembalap berjuluk The Doctor tersebut menyesal tyelah mendirikan akademi VR46.

Di Moto-GP San Marino yang digelar di Sirkuit Misano, Sabtu (13/9),. pembalap tim Monster Energy Yamaha itu menyaksikan kedua murid jebolan akademi VR46, Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia keluar sebagai juara dan runner-up.

Rossi sendiri harus puas finis di posisi empat. Ia gagal berpesta bersama Morbidelli dan Bagnaia di mimbar setelah disalip pebalap Suzuki Joan Mir di pertengahan lap terakhir.

"Jujur ketika aku membalap di belakang Morbidelli dan Bagnaia menyalipku, aku rasa bukan ide yang bagus mendirikan akademi ini. Tapi di sisi lain kami sangat, sangat bangga dari hasil kerja para rider kami," kata Rossi sambil tertawa.

Bagi Morbidelli ini merupakan kemenangan pertama di kelas premier. Sedangkan Bagnaia, yang kembali membalap setelah absen tiga balapan karena cedera tulang kering, merupakan podium pertamanya setelah dua musim tampil di MotoGP.

Morbidelli menjalani debut MotoGP pada musim 2018 sebagai juara dunia Moto2, sekaligus menjadi pebalap pertama dari Akademi VR46 rintisan Rossi yang naik ke kelas premier. Bagnaia menyusul kompatriotnya dari Italia itu ke MotoGP satu musim berselang setelah merebut titel Moto2 2018.

"Sangat disayangkan, karena podium ini selalu spesial, terlebih di Misano," kata Rossi seperti dilansir laman resmi MotoGP. (Ant/R-1)

BERITA TERKAIT