08 August 2020, 13:01 WIB

DIY Belum Putuskan Penerapan Kurikulum Darurat


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
 ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Sejumlah pelajar dari berbagai jenjang sekolah mengikuti belajar daring dengan menggunakan wifi gratis di sebuah masjid 

DINAS Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY belum memutuskan menerapkan kurikulum darurat atau tidak. Sebelum memutuskan, Disdikpora DIY akan mengevaluasi penerapan kurikulum yang dipakai pada semester sebelumnya dan menyandingkannya dengan kurikulum darurat yang baru saja diluncurkan Mendikbud, Nadiem Makarim, pada Jumat (7/8) kemarin.

"Hari Senin atau Selasa, kita lakukan evaluasi apakah sekolah akan perlu menggunakan kurikulum darurat atau cukup dengan kurikulum yang disesuaikan, yang sudah berjalan di sekolah-sekolah," kata  Kepala Disdikpora DIY,Didik Wardoyo kepada mediaindonesia.com, Sabtu (8/8).

Pada masa pandemi Covid-19, metode pembelajaran di sekolah telah berubah, dari tatap muka menjadi daring (online). Alhasil, tingkat pencapaian dan kompetensi dasar juga harus disesuaikan dengan metode pembelajaran yang dilakukan. Masing-masing sekolah pun pada semester genap kemarin sudah menggunakan kurikulum yang disesuaikan. 

"Kita pada semester kemarin susah menerapkan KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) yang disesuaikan sendiri karena kondisi seperti ini, kita tidak bisa mencapai (capaian) sesuai kondisi normal," kata Didik.

baca juga: Karanganyar dan Solo Belum Gunakan Kurikulum Darurat

Sebelumnya, di Jakarta, Jumat (7/8), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan kurikulum darurat bagi satuan pendidikan kegiatan belajar mengajar selama masa pandemi Covid-19. Kurikulum darurat meliputi dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK dan berlaku hingga akhir tahun ajaran. Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim menyebutkan, kurikulum darurat ini mengurangi secara dramatis kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT