08 August 2020, 12:56 WIB

Karanganyar dan Solo Belum Gunakan Kurikulum Darurat


Widjajadi | Nusantara

MI/Denny Susanto
 MI/Denny Susanto
Anak-anak Desa Madang memanfaatkan belajar di pos ronda karena akses sinyal internet lebih lancar.

PEMERINTAH Kabupaten Karanganyar dan Pemkot Surakarta belum serta merta akan menggunakan opsi kurikulum darurat dalam yang disuarakan oleh Mendikbud dalam upaya memudahkan proses pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini. Bupati Karanganyar Juliyatmono ketika dikonfirmasi mediaindonesia.com, Sabtu (8/8) mengatakan, Pemkab bersama OPD terkait akan melakukan kajian terlebih dulu, untuk mencermati mana kurikulum yang lebih ideal untuk dilaksanakan di wilayah kabupaten Karanganyar dengan kondisi geografi  banyak gunung ini.

"Tiga opsi kurikulum yang disampaikan Mendikbud Nadiem untuk PJJ (pembelajaran jarak jauh) di daerah itu pasti sudah melalui pertimbangan yang baik, untuk mengatasi kondisi khusus pada masa pandemi. Tetapi kita perlu koordinasikan dengan instansi terkait lain, mana yang ideal untuk Karanganyar baru nanti diputuskan," ungkap Juliyatmono.

Yang jelas, lanjut dia, Pemkab Karanganyar kini sedang serius mempersiapkan pembelajaran tatap muka bagi siswa dengan guru, yang kemungkinan akan dimulai September mendatang jika situasi pandemi korona atau covid-19 semakin mereda.

Bupati Juliyatmono menyampaikan, pihaknya terus bergotong royong dengan berbagai elemen kemasyarakatan dan terus berupaya keras bagaimana menekan wabah covid-19 bisa cepat hilang dari Karanganyar.

"Kita terus tidak kenal lelah menyampaikan ke masyarakat harus berdisiplin menerapkan protokol kesehatan dalam era kebiasaan baru masa pandemi ini. Sehingga bisa mengalihkan zona kuning ke zona hijau, dan gilirannya segala sektor, termasuk pendidikan bisa berjalan normal kembali," tandas dia.

Sementata itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Etty Retnowati mengatakan, pihaknya masih akan berkoordinasi terlebih dulu, sebelum menentukan opsi kurikulum pendidikan mana yang akan dipilih untuk siswa didik di Kota Solo.

"Ya belum bisa saya putuskan sendiri, masih perlu koordinasi, agar pilihan kurikulum bisa menjadi yang terbaik dalam proses PJJ bagi siswa didik pada situasi khusus pandemi ini," tandasnya.

Etty menambahkan pihaknya sebagaimana keputusan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo baru akan menggelar proses pembelajaran secara tatap muka pada Januari mendatang. Atau jika wabah covid bisa hilang lebih cepat dari Kota Solo. Sehari sebelumnya, Mendikbud Nadiem di Jakarta mengatakan, ada tiga opsi bisa dilaksanakan di daerah, dalam upaya memudahkan proses PJJ dalam situasi khusus pandemi ini. Salah satunya adalah menggelar dengan kurikulum darurat.

baca juga: Satu Tugas Untuk Seluruh Mata Pelajaran

Menurut Nadiem, kurikulum darurat merupakan penyederhanaan kompetensi dasar yang mengacu pada Kurikulum 2013. Pada kurikulum darurat ini ada pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran, sehingga berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya. Mendikbud Nadiem menegaskan, ketentuan kurikulum darurat atau pelaksanaannya berlaku sampai akhir tahun ajaran. (OL-3)

BERITA TERKAIT