08 August 2020, 11:52 WIB

Babel Ekspor 10 Ribu Ton Cangkang Sawit ke Jepang


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

MI/Rendy Ferdiansyah
 MI/Rendy Ferdiansyah
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan melepas ekspor cangkang sawit, Sabtu (8/8)

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan Provinsi Bangka Belitung memiliki kekuatan luar biasa di sektor pertanian, sehingga mampu mengekspor limbah cangkang sawit sebanyak 10 ribu ton senilai Rp11 miliar ke Jepang. 

"Ini nilai tambah, limbah sawit tidak ada yang terbuang percuma. Ini harus tetap dilakukan terlebih di tengah pandemi covid-19 saat ini," kata 
Mentan usai melepas ekspor cangkang sawit dan perdagangan antarpulau untuk tapioka dan sagu di PT Bangka Asindo Agri, Belinyu, Bangka, Sabtu (8/8).

Hadir dalam pelepasan ekspor cangkang sawit ini Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan dan Wagub Abdul Fatah serta jajaran Forkompinda. Mentan menambahkan di Indonesia sudah banyak daerah yang melakukan ekspor cangkang sawit termasuk Provinsi Babel.

"Ekspor cangkang sawit ini terus diperkuat agar lebih banyak dan lebih baik lagi," lanjut Mentan.

Sedangkan prospek perdagangan antarpulauu untuk tapioka dan sagu cukup baik karena bagian dari ketahanan pangan nasional.

"Kekuatan luar biasa bagi, Babel punya prospek yang sangat baik. Selama ini banyak mi dari gandum. Nah kini ada terigu dari sagu dan tapioka dan bisa ditanam di mana saja," ungkapnya.

Untuk itu kementerian pertanian terus mendorong pangan alternatif menjadi bahan pangan pilihan masyarakat Indonesia dan menjadi kekuatan di masa mendatang.

baca juga: Semester I, Bandara Ngurah Rai Hanya Melayani 4,87 Juta Penumpang

Pada kesempatan itu Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan mengatakan untuk pertama kalinya Babel bisa mengekspor 10 ribu ton limbah kelapa sawit ke Jepang. 

"Di Jepang cangkang sawit ini diolah menjadi briket untuk bahan bakar pembangkit listrik. Ekspor cangkang ini pertama dari Babel. Insyallah dalam waktu singkat, PT Budi Agri Sejahtera didampingi Samsung beri tugas tahun berikutnya yakni cangkang sudah diekspor dalam bentuk briket sehingga ada nilai tambah. Tidak dijual begitu saja," terang Erzaldi. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT