05 August 2020, 20:31 WIB

Plang Peringatan Tingkatkan Kesadaran Warga Daerah Rawan Banjir


mediaindonesia.com | Megapolitan

DOK KEMEN ATR/BPN
 DOK KEMEN ATR/BPN
Pemasangan plang peringatan banjir.

Berkurangnya daerah resapan air di kawasan hulu merupakan penyebab bencana banjir besar yang terjadi di sebagian besar wilayah di Indonesia. Dalam dekade terakhir, perubahan iklim global mendorong perubahan cuaca yang ekstrim dan peningkatan permukaan air laut yang turut menjadi penyebab banjir melanda.  

Manajemen bencana yang baik berfungsi menyelaraskan fungsi kehidupan manusia agar dapat hidup secara harmonis berdampingan dengan bencana.

Upaya mitigasi bencana sangat penting guna mengurangi risiko ancaman kerugian, salah satunya melalui penataan ruang berbasis mitigasi bencana. Antara lain di Danau Maninjau, Danau Limboto, dan Danau Rawa Pening.

Baca Juga: Banjir bukan Takdir

Hal yang terpenting adalah informasi kawasan rawan bencana dan jalur evakuasi bencana perlu disebarluaskan kepada masyarakat sebagai bagian dari sistem peringatan dini (early warning system) dalam rangka meningkatkan ketahanan terhadap bencana.

Sebagai pilot project peningkatan kesadaran masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana banjir, khusus di DKI Jakarta, dipilih Kecamatan Kalideres, Kota Jakarta Barat. Pemilihan berdasarkan pertimbangan sebagai kawasan yang sering dilanda banjir akibat luapan air sungai (Sungai Semongol dan Sungai Mookervaart, yang merupakan terusan dari Sungai Cisadane), rob pantai utara Jakarta, dan merupakan daerah cekungan dengan potensi penurunan tanah yang tinggi, di mana sangat rentan terjadi bencana banjir.

Bentuk kegiatan peningkatan kesadaran masyarakat tersebut berupa pemasangan plang peringatan banjir di 5 (lima) kelurahan se-Kecamatan Kalideres. Yaitu: Kelurahan Tegal Alur, Kelurahan Kalideres, Kelurahan Semanan, Kelurahan Kamal, dan Kelurahan Pegadungan. Sebanyak 73 plang yang tersebar di lokasi-lokasi terdampak banjir, disertai dialog dengan masyarakat terdampak banjir melalui video-conference.

Baca Juga: Banjir Awali Tahun 2020

Pemasangan plang peringatan banjir yang dilakukan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional berkerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat setempat, dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di kawasan rawan bencana banjir dan diharapkan masyarakat menjadi lebih adaptif terhadap bencana banjir.

Bila terjadi banjir, plang peringatan banjir tersebut berfungsi memberikan panduan bagi masyarakat setempat untuk memonitor ketinggian banjir dan memandu kapan waktunya masyarakat harus segera meninggalkan rumah menuju ke ruang evakuasi bencana. Berbasis teknologi informasi,  melalui barcode di papan plang, masyarakat dapat memperoleh informasi peta banjir terakhir dan informasi ruang evakuasi bencana terdekat, disertai rute tercepat menuju ruang evakuasi di lokasi masing-masing.

Diharapkan dengan adanya pemasangan plang peringatan banjir ini dapat meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana banjir guna meminimalisir kerugian dan korban jiwa. Pemasangan plang peringatan banjir ini tentunya hanya sebagai langkah antisipatif terhadap kejadian banjir, sembari menunggu tuntasnya upaya penanganan permasalahan banjir yang sesungguhnya yang saat ini tengah diupayakan oleh pihak-pihak terkait.

Baca Juga: Jakarta Banjir, Pengemudi Kendaraan Diminta Hati-Hati

Perlu adanya kerja sama yang bersifat antar daerah dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, baik di Pemerintah Pusat maupun  pemerintah daerah. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional berkomitmen sebagai fasilitator koordinasi antara pusat dan daerah. Sehubungan dengan hal tersebut, pemasangan plang peringatan secara simbolis yang dilaksanakan pada Rabu (5/8/2020), dilakukan bersama-sama oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,  dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagai simbol pentingnya sinergisme pemerintah pusat dan daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan program dan anggaran, khususnya dalam penanganan permasalahan banjir, sehingga setiap inisiatif dapat menghasilkan output dan outcome yang nyata. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT