05 August 2020, 19:25 WIB

Berkurang, Kesadaran Warga Kupang Patuhi Protokol Kesehatan


Palce Amalo | Nusantara

MI/Palce Amalo
 MI/Palce Amalo
Kota Kupang kembali ramai seolah wabah korona sudah sirna di sana.  

Kesadaran warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dalam menerapkan protokol kesehatan mulai berkurang. Kondisi seperti itu terlihat di angkutan kota, terminal dan pasar-pasar tradisional.

Sesuai pantauan di terminal angkutan kota Kelurahan Oepura, Rabu (5/8), banyak penumpang terlihat tidak mengenakan masker, dan menjaga jarak aman antarpenumpang.

"Sejak pemberlakuan new normal, aktivitas warga sudah berjalan seperti biasa, semuanya mengenakan masker tetapi sekarang banyak orang tidak pakai masker," kata Sam, pedagang yang berjualan di terminal tersebut.

Dia menyebutkan setiap hari, penumpang yang naik maupun turun dari angkutan kota berdesakan dan beberapa di antaranya tidak mengenakan masker. Di lokasi itu telah ditempatkan sebuah tempat penampungan air bersama sabun dari pemerintah Kota Kupang sejak awal pandemi untuk dimanfaatkan warga mencuci tangan.

Namun saat ini tempat cuci tangan umum itu jarang dimanfaatkan warga untuk mencuci tangan. "Saya rutin isi air, hanya tidak ada sabun," kata Meli pedagang lainnya.

Menurunnya kesadaran warga menerapkan protokol kesehatan sangat disayangkan karena berpotensi timbulnya kasus baru covid-19.

Sementara itu selama hampir satu pekan terakhir tidak ada laporan kasus baru covid-19 di NTT. Dari 152 kasus sejak Maret 2020, sampai Rabu, 5 Agustus siang, tercatat 21 orang masih dirawat, 30 orang sembuh dan satu orang meninggal. Pasien yang dirawat tersebut berasal dari tiga kabupaten yakni Sumba Barat 3 orang, Manggarai Barat 17 orang, dan Kupang satu orang. Namun, jumlah warga yang masuk dalam orang tanpa gejala masih 349 orang.

Selain itu, Laboratorium Biologi Molekuler RS WZ Johannes Kupang masih memeriksa 199 sampel swab dari 12 kabupaten dan kota, terbanyak dari 55 sampel dari Sumba Barat, 46 sampel dari Kupang, 34 sampel dari Sikka, 19 sampel dari Sumba Barat Daya dan 16 sampel dari Kota Kupang. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT