02 August 2020, 16:11 WIB

Ketua Dewan Meninggal Akibat Covid-19, Gedung DPRD Disteril


Akhmad Safuan | Nusantara

ANTARA/OKKY LUKMANSYAH
 ANTARA/OKKY LUKMANSYAH
 Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pencegahan COVID-19 memeriksa sampel Aparatur Sipil Negara (ASN) saat tes usap (swab test) massal.

DAMPAK meninggalnya Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali akibat covid-19 membuat Gedung DPRD Jepara diseterilkan dengan penyemprotan disinfektan. 

Meninggalnya Ketua DPRD juga membuat dilakukan pelacakan kasus dengan tujuh orang diminta karantina. Satu di antaranya merupakan sopir almarhum yang juga terpapar korona.

Pemantauan Media Indonesia, Minggu (2/8), kasus meninggalnya Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali mengundang keprihatinan. Selain angka kasus covid-19 di Kabupaten Jepara masih tinggi juga, meninggalnya ketua DPRD dikhawatirkan akan menambah penyebaran virus korona semakin meluas yakni di lingkungan DPRD Jepara.

Kantor DPRD Jepara untuk kedua kalinya distrerilnya. Sebelumnya ruangan kantor keuangan DPRD ditutup dan diseterilkan karena ada seorang pegawai keuangan dewan positif covid-19. Kini giliran seluruh gedung juga diseterilkan dengan penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran korona.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara juga melakukan pelacakan (tracking) terhadap orang-orang yang diduga telah lakukan kontak langsung dengan politikus PPP Imam Zusdi Ghozali tersebut. Dari hasil pelacakan tujuh orang ditemukan dan diminta lakukan karantina mandiri.

Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno mengatakan sebelum meninggal dunia Imam Zusdi Ghozali  diketahui juga sudah mengalami sakit. Bahkan dua pekan terakhir yang bersangkutan sudah jarang ke kantor di DPRD Jepara hingga kemudian ikuti junjungan kerja ke Gresik, Jawa Timur.

Saat kunjungan kerja ke Gresik, demikian Pratikno, almarhum juga tidak ikut dalam kendaraan rombongan tetapi menggunakan kendataan sendiri ditemani sopir. 

"Sepulang dari Gresik juga tidak langsung pulang ke rumah atau ke kantor dewan, tetapi langsung masuk rumah sakit di Demak," tambahnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran di lingkungan dewan, lanjut Pratikno, ia meminta pada Minggu (2/8) ini dilakukan dilakukan sterilisasi seluruh gedung dengan penyemprotan disinfektan. Protokol yang sama seperti saat ada seorang staf bagian keuangan juga terpapat covid-19 dengan penyemprotan dan penutupan ruangan.

Baca juga: Kontak Erat dengan Gubernur Kepri, 590 Orang Jalani Swab Test

Sekretaris DPRD Jepara Trisno Santoso mengatakan mengungkapkan setelah meninggalnya Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali akibat covid-18 dan dimakamkan Sabtu (1/8) sekitar pukul 21.00 WIB di Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, Jepara pihaknya melalukan pelacakan orang-orang yang kontak langsung dengan almarhum.

"Ada tujuh orang di lingkungan DPRD Jepara yang diketahui memiliki kontak langsung dengan Imam Zusdi Ghozali, salah satu sopir juga positif terpapar covid-19," kata Trisno Santoso.

Ketujuh orang di lingkungan DPRD Jepara itu, ujar Trisno Santoso, diminta untuk lakukan karantina mandiri. Ia pun meminta kepada Dinas Kesehatan Jepara untuk melakukan test swab secara massal di lingkungan kantor DPRD tersebut. Selain untuk mencegah penyebaran, tes swab massal juga untuk penanganan dini. (A-2)

BERITA TERKAIT