02 August 2020, 15:32 WIB

Gubernur Bagikan Sembako, Masker, Bibit ke Warga Pulau Terluar


Lina Herlina | Nusantara

DOK Pemprov Sulsel
 DOK Pemprov Sulsel
Gubernur menyerahkan paket sembako, masker, dan bibit sukun.

Sebanyak 375 paket sembako dibagikan langsung oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah kepada warga di Pulau Langkai dan Pulau Lanjukang, Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar, Sulsel, Minggu (2/8).

Selain sembako yang dibagi sesuai dengan jumlah kepala keluarga di sana, Nurdin yang didampingi Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin, juga membagikan masker dan bibit sukun kepada semua penghuni pulau. Di sana dia juga sekaligus mendengar keluh kesah warga di sana.

Sembako dibagikan untuk sedikit meringankan beban warga, yang terdampak pandemi Covid-19. Masker untuk digunakan saat beraktivitas di luar rumah. Dan bibit pohon sukun, karena pohon sukun disebut bisa mengubah air menjadi tawar.

Dalam kesempatan itu, seorang ibu, bernama Satria pun, berkesempatan menyampaikan keluh kesahnya kepada orang nomor satu di Sulsel itu. "Kami sangat butuh jaringan untuk menelpon pak. Itu sangat berguna untuk kami berbicara dengan keluarga yang ada di seberang pulau. Misalnya jika air laut sedang pasang, minimal kita bisa memberi tahu keluarga lewat telepon untuk tidak menyeberang dulu sambil menunggu ombak tidak tinggi'' keluhnya.

Baca Juga: Pemerintah Harus Perhatikan Pulau-Pulau Terluar

Menjawab keluhan warga, Nurdin mengatakan, jika pihaknya tengah menyiapkan sejumlah fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan masyarakat di pulau-pulau terluar yang ada di Sulsel.

"Kami sedang penyiapkan fasilitas air bersih yang bisa langsung diminum oleh warga pulau tanpa perlu lagi dimasak atau disterilkan termasuk bagi warga pulau. Selain itu, listrik dan juga jaringan telepon sedang kita bicarakan bersama PLN dan juga Telkom. Insya Allah semoga dalam waktu tidak lama warga kita sudah bisa menikmati semua fasilitas layanan dasar ini," urai Nurdin.

Selain itu, Nurdin juga mengaku sedang merancang fasilitas dermaga serta angkutan umum, seperti Kapal RO-RO yang berfungsi menghubungkan setiap pulau. "Demikian pula pengadaan ambulans laut yang berfungsi memberi layanan kesehatan untuk seluruh warga pulau," akunya.

''Warga kita akan lebih mudah bertemu kerabat yang ada di pulau sebelahnya dengan adanya kapal Roro nanti. Demikian pula keberadaan ambulans laut yang bertugas memberikan layanan kesehatan jika ada warga yang sakit," sambung Nurdin.

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin lebih fokus pada pendidikan masyarakat di pulau. ''Kita sengaja datang untuk mendekatkan yang jauh. Jangan sampai yang jauh merasa semakin jauh jika kita tidak saling mengunjungi. Meskipun jaraknya jauh dari pusat kota, namun tetap saja warga yang tinggal di pulau terluar tetap berhak mendapatkan layanan publik dari pemerintah. Salah satu yang tidak kalah pentingnya yakni fasilitas pendidikan," urainya.

Alasannya, karena anak-anak di pulau, hanya bisa mengakses pendidikan tingkat menengah pertama saja, selebihnya mesti harus ke kota. "Kita sedang merancang ketersediaan asrama siswa dan mahasiswa asal pulau demi memastikan anak-anak kita di sini bisa terus melanjutkan pendidikannya demi menggapai cita-cita tertinggi yang diimpikannya," tutup Rudy. (LN/OL-10)

BERITA TERKAIT