02 August 2020, 14:56 WIB

Semester I 2020, BTN Catatkan Laba Bersih Rp 768 Miliar


Hilda Julaika | Ekonomi

Antara/Iggoy el Fitra
 Antara/Iggoy el Fitra
Proyek perumahan di wilayah Padang, Sumatra Barat, yang masuk program KPR BTN.

PADA semester I 2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp 768 miliar. Capaian ini turun dibandingkan semester I 2019, yakni Rp 1,3 triliun.

Kendati demikian, Direktur Utama BTN, Pahala Nugraha Mansury, menyebut capaian itu sebagai hasil dari strategi “5 Fokus dan 8 Inisiatif”. Sehingga, perseroan tetap mencatatkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah pandemi covid-19.

“Perolehan laba bersih pada semester I 2020 melebihi ekspektasi. Kami optimistis hingga akhir tahun target laba BTN masih on-track. Sejalan dengan adanya peningkatan permintaan kredit pada Juni 2020,” jelas Pahala, Minggu (2/8).

Baca juga: Himbara Salurkan Dana Pemerintah Rp 11 Triliun ke UMKM

Di era kenormalan baru, lanjut dia, perseroan terus memupuk cadangan likuiditas, sembari memacu bisnis dengan asas kehati-hatian. Itu sesusai dengan 8 inisiatif perusahaan. Dengan strategi tersebut, bisnis BTN diyakini terus bertumbuh dan mencetak laba pada semester II 2020.

Adapun data keuangan emiten dengan kode BBTN mencatatkan laba bersih yang ditopang pendapatan bunga bersih sebesar Rp 4,43 triliun. Perseroan juga melaporkan laba dari operasional di luar provisi sebesar Rp 1,99 triliun.

Capaian pendapatan bunga bersih BTN disumbang kenaikan pada penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 0,32% secara tahunan (yoy). Dari Rp 251,04 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp 251,83 triliun pada semester II 2020.

Untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi, kata Pahala, menjadi penyumbang pertumbuhan kredit BTN secara keseluruhan. KPR Subsidi menempati porsi 45,11% dari total portofolio kredit BTN, yang tumbuh positif pada level 5,84% yoy.

Baca juga: Mudahkan Beli Rumah saat Pandemi, BTN Luncurkan Ketupat Beruntung

Pada semester I 2020, KPR Subsidi BTN tercatat Rp113,61 triliun, atau naik dari capaian semester I 2019, yakni Rp 107,34 triliun. Di segmen kredit perumahan, BTN juga menyalurkan KPR Non-subsidi, kredit perumahan lainnya dan kredit konstruksi masing-masing sebesar Rp 79,87 triliun, Rp 7,56 triliun dan Rp27,87 triliun per semester I 2020.

Dengan penyaluran tersebut, total KPR di Bank BTN tumbuh sebesar 2,47% yoy, dari Rp 188,82 triliun menjadi Rp 193,49 triliun per 30 Juni 2020. Menyoroti segmen kredit non-perumahan, perseroan menyalurkan kredit senilai Rp 22,91 triliun per semester I 2020.

“Di tengah pertumbuhan positif tersebut, perseroan tetap menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Per Juni 2020, BBTN mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) net dari 2,42% per Juni 2019 menjadi 2,40% pada Juni 2020,” jelas Pahala.

Baca juga: Presiden: Kuartal III, Kunci Selamatkan Ekonomi Nasional

Sementara itu, Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Bank BTN melonjak ke level 107,90% pada semester I 2020. Posisi itu melesat jauh dari 37,87% pada periode sama tahun lalu. Menurutnya, pemupukan pencadangan sebagai inisiatif perseroan untuk menjaga kualitas pertumbuhan bisnis di tengah pandemi.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN terpantau naik 2,99% yoy, dari Rp 219,76 triliun per Juni 2019 menjadi Rp 226,32 triliun per Juni 2020. Pertumbuhan itu disumbang peningkatan perolehan giro sebesar 13% yoy.

“Dengan peningkatan giro tersebut, Bank BTN mencatatkan kenaikan dana murah (CASA) sebesar 3,75% yoy, dari Rp 92,83 triliun per semester I 2019 menjadi Rp 96,32 triliun per semester I 2020,” tuturnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT