02 August 2020, 14:53 WIB

Imbas Resesi AS, Rupiah Pekan Depan diprediksi Melemah


Hilda Julaika | Ekonomi

Ilustrasi
 Ilustrasi
Nilai tukar rupiah

PENGAMAT ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi pergerakan rupiah akan melemah di pekan depan. Hal ini dinilai lantaran resesi Amerika Serikat (AS) yang minus 32,9% membuat khawatir para pelaku pasar global.

“Rupiah diperkirakan melemah pada sesi perdagangan pekan depan. Faktornya resesi di AS pada kuartal II cukup dalam dibanding konsesus para ekonom,” ungkapnya saat dihubungi mediaindonesia.com, Minggu (2/8).

Implikasinya para pelaku pasar dunia akan cenderung bertransaksi aman ke safe heaven. Seperti pada surat utang pemerintah dan emas. Karena para pelaku menilai terlalu beresiko untuk masuk ke pasar saham yang masih sangat fluktuatif.

Baca juga : Resesi Global Masih Hantui Pergerakan IHSG Pekan Depan

“Mereka melihat risiko untuk masuk ke pasar saham masih terlalu fluktuatif. Ini yang membuat nett sells atau aksi jual di bursa saham mencapai Rp1,86 Triliun dalam sepekan terakhir,” imbuhnya.

Sementara itu, dari dalam negeri melemahnya rupiah lantaran progress realisasi anggaran pasca pembentukan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 masih ditunggu pasar. Termasuk masih tingginya angka kasus covid-19 masih menjadi kekhawatiran utama.

“Rupiah diperkirakan bergerak dalam range 14.700-14.790 per dolar AS,” jelasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT