02 August 2020, 14:40 WIB

Korban Investasi Bodong di Cianjur Datangi Rumah Pelaku Penipuan


Benny Bastiandy | Nusantara

Ilustrasi
 Ilustrasi
Investasi bodong

KORBAN dugaan penipuan berkedok investasi paket arisan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus berdatangan ke rumah terduga pelaku di Kampung Tipar Kaler RT 003/004, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur. Mereka tak hanya berasal dari Cianjur saja, tapi juga ada dari beberapa luar daerah, seperti dari Sukabumi maupun Bogor.

Polres Cianjur pun membuka posko pengaduan. Langkah itu dilakukan untukmempermudah serta mendata secara valid masyarakat yang menjadi korban.

Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Juang Andi Priyanto, menjelaskan sejak dibukanya posko pengaduan, mulai banyak yang menjadi korban dugaan penipuan itu datang melaporkan. Juang juga mengaku sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut yang konon nilai investasinya mencapai miliaran rupiah.

"Sekarang kami sudah mulai menerima laporan pengaduan dari sejumlah korban dugaan penipuan. Keberadaan posko pengaduan ini untuk mengakomodir laporan," terang Juang kepada wartawan, Minggu (2/8).

Terduga pelaku diketahui berinisial HA alias Ani, 46. Modusnya, terduga pelaku yang menjabat sebagai Direktur Utama Hoki Abadi Jaya itu menawarkan berbagai investasi dalam bentuk arisan hewan kurban dan berbagai barang lainnya.

Baca juga : Polda Bali Amankan 12 Anak di Bawah Umur pada Aksi Balap Liar

Terduga pelaku berjanji akan menyelesaikan semua paket investasi yang dijanjikan pada Jumat (31/7). Namun terduga pelaku tidak kunjung merealisasikannya. Para korban pun akhirnya mendatangi rumah terduga pelaku meminta pertanggungjawaban.

"Tim khusus saat ini sedang mencari terduga pelaku. Kami imbau terduga pelaku agar kooperatif dengan petugas dengan segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Juang.

Plh Wakapolsek Cianjur Kota, Resor Cianjur, Iptu Deden Hermansyah, mengungkapkan pemasangan garis polisi di sejumlah aset milik terduga pelaku penipuan itu untuk menindaklanjuti laporan kepolisian yang dilakukan sejumlah korban penipuan. Terdapat tujuh bangunan dan empat unit kendaraan roda empat  serta sejumlah aset lainnya yang dipasangi garis polisi.

"Kami (Polsek Cianjur Kota) mendampingi penyidik Satreskrim Polres Cianjur memasang garis polisi pada semua aset milik terduga pelaku," kata Deden.

Kuasa hukum korban, Basyir S, menyebut sudah melakukan pelaporan kepadakepolisian terhadap kasus yang dialami kliennya. Pengakuan kliennya, sebut Basyir, modus terduga pelaku dilakukan melalui sejumlah reseller yang menawarkan beragam arisan kepada warga.

"Kami serahkan seluruh proses hukumnya pada kepolisian," pungkas Basyir. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT