11 July 2020, 20:35 WIB

Pancaroba, Warga Sumut Diimbau Waspadai DBD


Yoseph Pencawan | Nusantara

ANTARA/ARDIANSYAH
 ANTARA/ARDIANSYAH
Petugas Puskesmas melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan  demam berdarah di Bandar Lampung, Lampung, Senin (29/6).

Belum lagi wabah korona dapat ditangani dengan baik, ancaman penyakit
terhadap warga Sumatra Utara bertambah. Musim pancaroba membawa DBD
mengintai.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Whiko Irwan
mengatakan, ada bahaya penyakit lain yang juga mengincar masyarakat Sumut di tengah pandemi covid-19, yaitu demam berdarah dengue (DBD).

Baca juga: Terus Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Capai 34.719 Orang

"Sumut saat ini memasuki masa pancaroba, biasanya siklus kasus DBD meningkat. Untuk itu kami meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit musiman ini," ujarnya, Sabtu (11/7).

Dia memaparkan, saat ini merupakan periode pancaroba yang secara klasik terjadi peningkatan kasus demam berdarah. Masyarakat diminta untuk menerapkan hidup bersih, termasuk membersihkan lingkungan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

DBD memiliki gejala-gejala khusus seperti demam tinggi hingga 40 derajat celcius, tubuh menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri tulang dan otot serta mual dan muncul bintik-bintik merah di kulit.

Pada kasus tertentu bisa juga terjadi pendarahan pada hidung dan gusi.

Dalam kasus yang serius bisa berkembang menjadi dengue shock syndrome (DSS) yang bisa menyebabkan hipotermia dan melambatnya denyut jantung.

Kondisi yang paling dikhawatirkan adalah covid-19 dan DBD menjangkiti seseorang secara bersamaan. Akibatnya bisa sangat fatal. "Tingkat kesakitan akan meningkat dan penyembuhan pasien akan jauh lebih sulit dilakukan," imbuhnya.

Whiko mengimbau masyarakat agar memberantas sarang nyamuk di lingkungan masing-masing, menguras dan membersihkan tempat penampungan air serta membersihkan tempat sampah dan barang-barang yang bisa menampung air.

Kasus covid-19 di Sumut hingga kini masih terus mengalami peningkatan signifikan. Hingga Jumat (10/7), jumlah pasien positif sudah sebanyak 2.197 orang. Adapun jumlah pasien meninggal mencapai 116 orang, sementara pasien yang sembuh baru 526 orang.(H-3)

BERITA TERKAIT