11 July 2020, 12:40 WIB

Buah Merah Berpotensi Bantu Pemulihan Pasien Covid-19


Mediaindonesia.com | Humaniora

ANTARA/ISMAR PATRIZKI
 ANTARA/ISMAR PATRIZKI
Seorang pedagang membenahi buah khas Papua, Buah Merah, di kawasan Pasar Sentral, Timika, Mimika, Papua.

TANAMAN asli Papua, buah merah, dinilai berpotensi untuk membantu pemulihan pasien covid-19. Sebab, buah merah kaya akan zat-zat yang mendukung penguatan daya tahan tubuh untuk melawan virus korona.

“Covid-19 belum ada obatnya. Satu-satunya jalan pemulihan pasien ialah dengan meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuhnya agar mampu mengalahkan virus korona. Nah, buah merah ini kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral penting yang mendukung daya tahan tubuh,” jelas pengusaha David Hadiningrat, Sabtu (11/7). David merupakan pengusaha yang sejak 2003 bermitra dengan peneliti Universitas Cendrawasih, I Made Budi, mengembangkan suplemen buah merah.

Baca juga: Maria Selena Mengenalkan Buah Merah

Mengutip hasil penelitian I Made Budi, David menjelaskan kandungan buah merah antara lain senyawa aktif carotenoid, tocopherol, betacarotein, B-Cryptoxantin, asam oleat, decanoat, natrium, kalsium, fosfor, omega 3, vitamin A, C, dan E. “Penelitian Pak Made Budi menunjukkan kandungan buah merah mampu meningkatkan fungsi kerja sel T dalam  darah putih kita untuk melawan virus,” kata David.

Terkait dengan kasus covid-19, lanjutnya, sejauh ini sudah ada 300 pasien covid-19 yang mengonsumsi suplemen buah merah dari pihaknya. Di dalamnya termasuk pasien cluster STT Bethel, Petamburan, Jakarta. “Dari 300 pasien itu, sebanyak 299 sudah dinyatakan sembuh. Adapun satu pasien lainnya, perempuan lansia masih reaktif, tapi pemeriksaan (radiologi) paru-parunya bersih,” terang David.

Di Papua, buah merah tumbuh di sejumlah wilayah, mulai dari dataran rendah sampai tinggi. Namun hasil penelitian menunjukkan, jenis yang terbaik ialah buah merah yang tumbuh di ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut.

Selain ditentukan oleh lokasi tumbuhnya, menurut David, cara pengolahan juga memegang peranan penting agar bisa memberi manfaat maksimal. Misalnya, buah merah tidak boleh dipanaskan secara berlebihan agar tidak merusak kandungan asam lemak rantai sedang di dalamnya. “Maksimal hanya boleh panas 50 derajat celcius. Lebih dari itu, asam lemak rantai sedang itu akan pecah, manfaatnya hilang, bahkan bisa menjadi zat berbahaya,” papar David.

Untuk itu, pengolahan buah merah idealnya menggunakan metode cold press (tidak melibatkan pemanasan). Pertama, buah merah dipotong untuk diambil bagian merahnya, lalu diperas untuk diambil cairannya. Setelah dilakukan penyaringan berulang, cairan itu masuk mesin sentrifugasi, diputar dengan kecepatan tinggi, untuk memisahkan komponen minyaknya. Kemudian, cairan itu didiamkan selama beberapa waktu, bagian minyak dan air akan terpisah dengan sendirinya, minyak di atas, air di bawah. Bagian minyaknya diambil untuk disaring kembali hingga siap dikemas.

David menambahkan, di masa pandemi ini, pihaknya mempersilakan jika ada pasien covid-19 yang ingin memanfaatkan suplemen buah merah untuk menguatkan daya tahan tubuh. “Kami sediakan suplemen buah merahnya, kalau pasien sembuh dan pasien dari kalangan mampu, silakan bayar. Kalau pasien dari kalangan tidak mampu, tidak usah bayar. Bagaimana kalau pasien sudah minum suplemen ini tapi tidak sembuh? Kami akan bantu dengan donasi dana. Karena kami juga punya misi sosial,” pungkasnya. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT