26 June 2020, 17:26 WIB

Google Otomatiskan Penghapusan Data Berkala


Fathurrozak | Weekend

AFP/ROBYN BECK
 AFP/ROBYN BECK
Logo Google 

Google mengubah pengaturan defaultnya dengan secara otomatis dapat menghapus beberapa data pengguna. Aktivitas web dan aplikasi, termasuk log pencarian situs web dan halaman yang dikunjungi, serta data lokasi, sekarang akan dihapus setelah 18 bulan. Ini juga akan berlaku untuk produk Google lainnya, seperti Youtube. Namun, riwayat di YouTube - termasuk video yang ditonton - akan dihapus setelah 36 bulan.

Perubahan ini hanya berlaku untuk akun baru.

Sebenarnya, fitur ini diluncurkan tahun lalu, tetapi telah dinonaktifkan secara default. Mereka membenarkan keputusan untuk tidak menerapkan perubahan ini ke akun yang sudah ada saat ini atas dasar tidak ingin menjebak orang dengan menghapus data yang ‘dikurasi’ tanpa izin tertulis dari mereka.

Pengumuman ini muncul ketika Google dan upaya pengumpulan data perusahaan besar lainnya serta praktik bisnis menghadapi peningkatan pengawasan. The Wall Street Journal melaporkan Departemen Kehakiman AS akan bertemu dengan jaksa agung negara bagian pada akhir pekan ini untuk membahas rencana memberi hukuman pada Google karena sikap anti-persaingannya, termasuk tuduhan bahwa mereka telah menyalahgunakan dominasinya dalam pencarian online. Pada awal pekan ini, pengadilan Jerman memberlakukan pembatasan pada data yang dikumpulkan Facebook terhadap pengguna lokal, karena kekhawatiran penyalahgunaan.

Google memanfaatkan informasi untuk membuat rekomendasi dan hasil pencarian yang dipersonalisasi, serta untuk menargetkan iklan. Perusahaan teknologi tersebut mengatakan ingin mempertahankan riwayat YouTube lebih lama daripada aktivitas internet lainnya, karena dapat membantu dalam hal seperti rekomendasi musik.

 "Kami tahu, bahwa informasi membuat produk kami bermanfaat. Namun minimalisasi data adalah salah satu prinsip privasi penting kami (dan) Google tidak akan lagi menjaga aktivitas tanpa batas waktu, kecuali Anda meminta kami melakukannya," kata manajer produk Google David Monsees dikutip dari BBC News.

 "Banyak orang tidak nyaman dengan jumlah informasi yang disimpan Google. Google harus memastikan bahwa setiap orang telah membuat indikasi yang jelas tentang apakah mereka ingin riwayat mereka disimpan, dan untuk berapa lama, daripada apakah mereka telah menghapus pemberitahuan yang mereka baca,” kata Jim Killock direktur eksekutif Open Rights Group, organisasi yang berbasis di Inggris dan bekerja dalam upaya menjaga hak-hak digital dan kebebasan. (BBC/M-2)

BERITA TERKAIT