03 June 2020, 16:13 WIB

Jaksa Sebut 6 Tersangka Kasus Jiwasraya Rugikan Negara Rp16 T


Faustinus Nua | Politik dan Hukum

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
Sebanyak enam terdakwa Kasus Korupsi Jiwasraya menghadiri sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (3/6/2020)

ENAM tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) didakwa rugikan negara sebesar Rp16,8 triliun. Dalam sidang perdana pembacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut tersangka telah merugikan negara melalui perusahaan milik negara.

"Merugikan keuangan negara yaitu sebesar Rp16.807.283.375.000,00 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Negara Atas Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi pada PT.Asuransi Jiwasraya (Persero)," kata Jaksa Bima Suprayoga dalam sidang pembacaan dakwaan di PN Tipikor Jakarta Pusat, Jakarta (3/6).

Keenam tersangka yakni mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi Syahmirwan. Lalu, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat,  Komisaris PT Hanson Internasional Tbk Beny Tjokrosaputro dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Baca juga: Tujuh Hakim Ikuti Sidang Perdana Kasus Jiwasraya

Jaksa Bima menerangkan awalnya keenam tersangka membuat kesepakatan pengaturan pengelolaan saham dan reksa dana Jiwasraya. Kesepakatan itu dibuat sejak tahun 2008.

"Dalam kurun waktu antara tahun 2008 sampai dengan tahun 2018, terdakwa Hendrisman Rahim telah bersepakat dengan Hary Prasetyo dan Syahmirwan agar pengelolaan dana PT. AJS diserahkan kepada Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro melalui Joko Hartono Tirto untuk mengatur pengelolaan dana PT. AJS," imbuhnya.

Dengan demikian, Hendrisman selaku Dirut Jiwasraya membeli sejumlah saham yang dinilai berisiko dan tidak liquid. Pembeliam saham-saham tanpa dilakukan kajian maupun analisis memadai dan profesional yang tertuang dalam NIKP.

"Perubahan bentuk kebijakan investasi di atas sampai dengan tahun 2018 memudahkan saham-saham yang dimiliki Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro yang tidak termasuk dalam LQ45 dapat dibeli dalam jumlah yang banyak dan terus menerus oleh PT. AJS," ucap Bima.

Dia menambahkan, kerugian Jiwasraya akibat perbuatan keenam tersangka merupakan bentuk tindak pidana korupsi. Selama periode tersebut, Jiwasraya telah membeli 4 saham dan 21 reksa dana berisiko pada 13 manajer investasi yang merugikan negara.(OL-5)

BERITA TERKAIT