03 June 2020, 15:30 WIB

Agar Stres WFH Tidak Berlanjut ke Risiko Stroke


Fetry Wuryasti | Weekend

Unsplash/Mimi Thian
 Unsplash/Mimi Thian
Tidak sedikit pekerja yang mengeluh jika selama WFH karena pekerjaan justru seolah tidak ada habisnya.

STRES bekerja dari rumah (work from home/WFH) nyatanya bisa besar. Hal ini bukan saja bagi mereka yang tinggal dengan banyak anggota keluarga atau memiliki anak yang banyak menuntut perhatian namun juga bisa terjadi karena batas yang kabur antara waktu libur dan bekerja. Tidak sedikit pekerja yang mengeluh jika selama WFH karena pekerjaan justru seolah tidak ada habisnya.

Akibatnya stres mudah muncul apalagi karena kesempatan menikmati hiburan di luar tidak ada lagi karena pandemi. HealthHub.sg. mengingatkan jika stres seperti ini tidak dapat dibiarkan karena stres dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko stroke. 

Jika Anda berpikir Anda masih terlalu muda untuk khawatir tentang stroke, mohon pikirkan lagi. Di Singapura, satu dari 10 orang yang menderita stroke berusia di bawah 50 tahun, menurut National Neuroscience Institute (NNI).

Berita baiknya adalah, empat dari lima serangan dapat dicegah. Untuk membantu Anda mengatasi tekanan WFH berikut beberapa kiat dari Associate Professor Deidre Anne De Silva, Kepala dan konsultan senior di Departemen Neurologi NNI, untuk membantu Anda meminimalkan risiko stroke, seperti dilansir Channel News Asia:

- Upayakan meditasi atau relaksasi

Penelitian menunjukkan bahwa ketika tingkat stres seseorang meningkat, demikian juga risiko mereka terkena stroke. Stres juga dapat memperburuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Mengandalkan rokok, cokelat, atau alkohol untuk mengatasinya akan memperburuk keadaan. Sebagai gantinya, cobalah bermeditasi yang salah satunya bisa dengan latihan pernapasan dalam. Cara ini bukan hanya menenangkan batin namun memang berdampak secara medis karena meningkatkan suplai oksigen ke otak yang selanjutnya dapat membuat Anda tenang.

- Tetap luangkan waktu untuk bergerak atau berolahraga

Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, yakni dengan memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain, berolahraga di luar rumah sesungguhnya tetap aman selama pandemi. Namun jika anda masih tetap khawatir maka lakukanlah olahraga atau bergerak aktif di dalam rumah.

Olahraga telah terbukti mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan karena melatih gerak jantung dan juga merangsang produksi hormon dopamin yang dikenal juga sebagai hormon yang menciptakan rasa bahagia. Selain itu dengan tetap bergerak aktif, anda juga bisa terhindar dari kekakuan sendi.


- Pantau tekanan darah dan pahami risiko stroke Anda

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol meningkatkan risiko stroke hingga empat kali lipat. Jika Anda memiliki mesin pengukur tekanan darah di rumah, mulailah merekam tekanan darah Anda sekali atau dua kali seminggu, dan bagikan catatan ini dengan dokter Anda.

Periksa berat badan Anda dan gunakan Kalkulator BMI (indeks massa tubuh) online untuk menghitung BMI Anda - BMI yang ideal untuk orang Asia adalah antara 18,5 dan 22,9.

Ukur pinggang Anda juga, menggunakan pita pengukur di sekitar tingkat pusar Anda. Untuk orang Asia, lingkar pinggang target adalah 90cm atau kurang untuk pria, dan 80cm atau kurang untuk wanita. Selain itu anda bisa memahami risiko stroke diri sendiri dengan mengunduh aplikasi pengukur risiko stroke yang kini sudah cukup beragam. 

- Tidur Cukup

Penutupan sementara dan pembatasan di restoran dan tempat hiburan memberikan peluang bagus untuk memulai kembali kebiasaan tidur Anda.

Terlalu sedikit tidur dikaitkan dengan risiko stroke, jadi cobalah tidur setidaknya enam hingga delapan jam sebelum Anda perlu bangun. Untuk istirahat malam yang nyenyak, alihkan ponsel Anda ke hening dan hindari menggunakan perangkat elektronik sebelum Anda tidur. (M-1)

BERITA TERKAIT