03 June 2020, 15:30 WIB

Back To Normal, Tempat Ibadah di Lembata Bisa Digunakan Lagi


Alexander P. Taum | Nusantara

MI/Alaxander P Taum
 MI/Alaxander P Taum
Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur (masker putih) didampingi Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday 

PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mulai membuka aktivitas peribadatan dengan mengumpulkan massa. Pada Jumat nanti, pemerintah setempat memperbolehkan sholat berjamaah dan misa pada hari Minggu bagi umat bergama di sana.

Sudah lebih dari tiga bulan, aktivitas ibadah dengan mengumpulkan massa di Lembata tidak diperkenankan.

"Mulai Jumat ini, masjid bisa digunakan ibadah bagi umat Muslim, begitupun di gereja boleh misa hari minggu. Selain ibadah di rumah ibadat, aktivitas keagamaan lainnya juga kita persilahkan. Tetapi ingat ada batasan-batasannya," ujar Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur, Rabu (3/6).

Sementara itu, Pastor Paroki St. Arnoldus Jansen Waikomo, P. Yosep Ola Sabhe, menyambut positip himbauan pemerintah tersebut. Apalagi hingga saat ini, Kabupaten Lembata masih menjadi Zona Hijau.

"Kita bersyukur Lembata masih zona hijau. Ini karena kerja keras semua pihak yang melakukan langkah langkah pencegahan. Kita bisa bayangkan betapa mahal biaya pengobatan yang menelan biaya dan seluruh sumber daya kita. Proses Pencegahan kita cukup maksimal, itu karena peran kita semua. Pemerintah, Tokoh agama, umat dan terlebih kesadaran umat," ujar pater Yosep Ola Sabhe, SVD.

Meski begitu, pihaknya belum dapat memulai Misa di Gereja pada hari Minggu nanti, karena masih menanti perintah Uskup Larantuka atas surat pemberitahuan yang sudah dilayangkan Pemkab Lembata.

"Kita tunggu jawaban Uskup Larantuka atas surat pemberitahuan memulai ibadat dengan mengumpulkan massa yang sudah dikirim Pemkab Lembata. Kita harus tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19," ujar Pater Yosep Ola Sabhe, SVD. (OL-13)

Baca Juga: Pelayanan Publik Diminta tidak Gagap Imbangi Inovasi Masyarakat

 

BERITA TERKAIT