03 June 2020, 14:14 WIB

Beri Masyarakat Motivasi, KONI Minta Atlet Latihan Mandiri


Deden Muhamad Rojani | Olahraga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Pebulu tangkis Indonesia, Jonathan Christie

KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mendorong kepada seluruh atlet olahraga Indonesia untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar rutin berolahraga dalam menjaga kebugaran tubuh ditengah pandemi Covid-19.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman mengatakan, himbauan tersebut disampaikan dalam acara “Dialog Virtual #TerusOlahraga” yang diikuti 12 patriot olahraga Indonesia, Rabu (3/6).

“Saya ingin atlet-atlet kebanggaan Indonesia yang selalu kita cintai, dan kita banggakan, disamping berprestasi dalam olahraga, juga menjadi tauladan bagi masyarakat lain, mengajak mereka agar mau berolahraga, karena melalui tubuh kita yang bugar dan kegiatan olahraga yang kita lakukan secara rutin, ketahanan tubuh kita akan meningkat. Dengan ketahanan tubuh yang baik, saya yakin kita bisa selamat dari ancaman wabah Covid-19,” ungkap Marciano.

Marciano menjelaskan bahwa bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi masa yang belum pernah dialamai sebelumnya. Menurutnya masa pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan, yang tadinya masyarakat bisa melakukan kegiatan-kegiatan secara kolektif, dan berkumpul. Kali ini masyarakat termasuk atlet dipaksa untuk mencari cara bagaimana bisa berlatih secara mandiri. Bagaimana atlet bisa mempersiapkan diri secara mandiri, dan bisa menjaga kebugaran tubuh secara mandiri.

“Jadi masyarakat dengan melihat atlet-atlet berolahraga, dan share di sosial media, walaupun berolahraga di rumah, masyarakat juga akan terbantu dan termotivasi. Saya yakin kurva masalah Covid-19 akan mulai rata dan turun,” tambahnya.

Marciano juga menerangkan bahwa atlet sebagai aset bangsa harus dilindungi, dia berharap protokol penanganan Covid-19 diterapkan dengan ketat di dunia olahraga. 

“Jadi harus dilindungi kesehatannya, sehingga orang yang keluar-masuk area Pelatnas adalah orang yang harus diyakinkan kondisinya sehat dan tidak menjadi perantara memaparkan Covid-19,” lanjutnya.

Baca juga: Maksimalkan Performa Ginting dan Jojo

Dalam dialog virtual, Marciano juga berujar bahwa ada hikmah dari musibah Covid-19 ini. Menurutnya masyarakat menjadi orang-orang yang peduli akan kebersihan, kemana-mana selalu menjaga kebersihan, dan selalu menggunakan masker untuk melakukan perlindungan.

“Selain itu, PSSI juga sudah memikirkan kompetisi dilanjutkan atau tidak, kalau kita lihat di luar negeri, Liga Jerman sudah bergulir, Liga Inggris juga akan segera menyusul, mungkin Liga Spanyol juga akan menyusul. Walaupun mungkin dilakukan tanpa penonton, tetapi hal ini juga bisa memotivasi kita semua untuk tetap optimis bahwa kedepan kita akan bisa berjaya kembali,” tuturnya.

Marciano menyebut, dengan diundurnya berbagai kegiatan olahraga, yang paling penting sekarang adalah para pelatih memprogram kembali bagaimana pola latihan untuk mempersiapkan kejuaraan atlet-atletnya.

“Sehingga pada masa Olimpiade nanti tahun 2021, atlet Indonesia yang akan ikut dalam Olimpiade pada puncaknya, kemudian atlet-atlet daerah yang disiapkan untuk PON Papua, puncaknya adalah pada Oktober 2021. Selanjutnya cabang-cabang olahraga yang disiapkan untuk berlaga pada SEA Games di Vietnam pada 2021, pelatih pun memprogramkan sedemikian rupa, sehingga di Vietnam nanti, Indonesia mengulangi prestasi baiknya saat di Manila,” ujar Marciano.

Dalam dialog virtual bersama Ketum KONI, Jonatan Christie pebulutangkis tunggal putra Indonesia turut bercerita tentang kehidupannya tinggal di Peltnas Cipayung selama masa pandemi Covid-19. Jonatan bersama atlet bulutangkis lain sampai saat ini masih berada di Cipayung.

“Kita di Pelatnas sudah melakukan tes Covid-19, semuanya negatif dan sehat. Dan kita dari pertandingan terakhir All England tiga bulan yang lalu sampai saat ini belum pulang ke rumah masing-masing, jadi kita PBSI menerapkan Lock Down di Cipayung ini, jadi orang yang keluar-masuk harus ada protokol yang jelas, dan atlet sebisa mungkin tidak boleh keluar sama-sekali,” pungkasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT