03 June 2020, 09:52 WIB

129.937 Orangtua Murid Tolak Pembukaan Sekolah pada Juli


Atalya Puspa | Humaniora

ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
 ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Seorang siswa SMK Negeri 1 Sawit mengikuti ujian kenaikan kelas di rumahnya secara daring di Bendosari, Sawit, Boyolali, Jateng, Selasa (2/6

MELALUI survei sederhana yang dilakukan Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti, sebanyak 129.937 orangtua murid menolak pembukaan sekolah pada Juli mendatang.

"Dari 196.546 responden orangtua tidak setuju (menolak) sekolah dibuka pada Juli 2020 mencapai 66% (129.937) dan yang setuju sekolah di buka pada tahun ajaran baru sebanyak 34% (66.609)," Retno dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).

Berdasarkan polling tersebut, sebagian besar orang tua mengaku khawatir melihat masih tingginya kasus positif dan risiko terjadinya penularan covid-19 di lingkungan sekolah.

Data sebaliknya dari orangtua terjadi pada hasil polling anak. Dari 9.643 responden siswa, sebanyak 63,7% setuju sekolah di buka pada Juli 2020, sedangkan 36,3% tidak setuju atau menolak sekolah dibuka pada tahun ajaran baru 2020.

"Tampaknya anak-anak sudah ingin segera sekolah, mereka mulai jenuh di rumah saja. Mereka rindu kebersamaan dengan teman-temannya," imbuh Retno

Baca juga: Rahasia Kekebalan Tubuh Anak

Sementara dari responden guru sebanyak 18.111 orang, 54% menyatakan setuju membuka sekolah pada Juli 2020 sebanyak dan sisanya 46% menolak sekolah dibuka.

"Guru yang setuju dan tidak setuju berbeda tipis, hanya sekitar 8%, tetapi tetap lebih banyak yang setuju. Kemungkinan para guru juga sudah rindu murid-muridnya," lanjut Retno.

Adapun survei tersebut melibatkan 63% responden dari pulau Jawa, 18% dari Pulau Sumatera dan 19% dari berbagai pulau ( Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Pulau Papua dan Pulau Maluku dan Pulau Kalimantan).

Polling pendapat dilakukan melalui penyebaran angket yang dilakukan Retno di laman facebook pribadinya.

Retno menyatakan, polling ini bertujuan untuk memberikan ruang partisipasi kepada siswa, orangtua dan guru secara langsung kepada kebijakan Negara yang terkait anak.

"Angket ini juga merupakan advokasi kebijakan dan masukan kepada pemerintah terkait kapan idealnya sekolah di buka menurut persepsi anak, guru dan orangtua siswa," ungkapnya. (A-2)

 

BERITA TERKAIT