24 May 2020, 07:45 WIB

Aksi Penolakan Lockdown di Jerman Semakin Gencar


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/John MACDOUGALL
 AFP/John MACDOUGALL
Aksi demonstran yang menolak lockdown di Berlin, Jerman.

PULUHAN demonstrasi digelar di berbagai penjuru Jerman, Sabtu (23/5), sebagai bagian dari gerakan menolak lockdown di negara itu.

Aksi protes itu digelar setiap pekan sejak awal April dan semakin banyak, bahkan diikuti ribuan orang, di berbagai kota di Jerman.

Gerakan itu memandang pembatasan untuk menangkal pandemi covid-19 yang dilakukan pemerintah sebagai awal rezim otoritarian atau sebagai serangan terhadap kebebasan individu.

Hampir 30 aksi demonstrasi digelar di Berlin, termasuk aksi yang mendukung lockdown.

Baca juga: Angka Kematian Harian Covid-19 di New York Kini di Bawah 100

Aksi serupa juga digelar di berbagai penjuru negara termasuk di Nuremberg, Muenchen, dan Stuttgart.

Di Hamburg, sekitar 750 orang melakukan aksi demonstrasi sementara aksi tandingan yang diikuti 120 orang dibubarkan polisi menggunakan meriam air.

Polisi di berbagai penjuru negara melakukan sejumlah penangkapan, termasuk terjadap seorang pemimpin pergerakan, Attila Hildman yang ambil bagian dalam aksi ilegal yang diikuti 100 orang di Berlin.

"Lockdown ini sama sekali tidak berguna," ujar Kathrin, 42, yang ambil bagian dalam demonstrasi di Berlin.

"Saya tidak mengerti mengapa kita tidak bisa kembali ke kehidupan normal saat ini," timpal demonstran lainnya, Moritz, 28.

"Virus korona membunuh lebih sedikit orang ketimbang flu," lanjutnya.

Kanselir Jerman Angela Merkel, yang menjadi sasaran kemarahan demonstran, Sabtu (23/5), mengatakan lockdown diperlukan untuk mengatasai pandemi covid-19.

Jerman melaporkan 117.850 kasus covid-19 per Sabtu (23/5) dengan 8.126 kematian. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT