22 May 2020, 04:45 WIB

Lebaran di Rumah, Selamatkan Umat


Andhika Prasetyo | Ramadan

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
 ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Wakil Presiden Ma’ruf Amin

SEMARAK hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri tahun ini dirayakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi covid-19. Salat Id yang biasanya dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka tidak dianjurkan pemerintah dan alim ulama. Perayaan Lebaran di rumah secara sederhana tersebut tidak akan mengurangi esensi dari hari kemenangan itu sendiri. Demikian tausiah yang disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Jakarta, kemarin.

“Sejatinya, Islam selalu mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk membangun kemaslahatan dan menghilangkan kemudaratan,” jelas Wapres.

“Pemerintah meminta agar masyarakat cukup merayakan Idul Fitri di rumah, tidak di masjid atau di lapangan karena situasi negara kita masih dalam bahaya covid-19,” lanjutnya.

Dengan tetap berada di rumah, imbuhnya, masyarakat malah memiliki peran sangat besar dalam mencegah penularan virus korona. “Andai kita memaksakan untuk salat berjemaah di masjid, di lapangan, itu akan menimbulkan risiko yang berbahaya. Itu tidak sesuai dengan prinsip ajaran Islam yang selalu menekankan untuk menjauhi kemudaratan, kerusakan,” jelasnya.

Ma’ruf menambahkan bahwa Idul Fitri menjadi momentum berkumpul bersama keluarga serta kerabat untuk bersilaturahim. Ma’ruf pun mengimbau masyarakat agar bersabar. “Kita pendam dulu keinginan bertemu secara langsung, yaitu untuk kemaslahatan kita, kemaslahatan orangtua kita, kemaslahatan masyarakat semuanya. Intinya fungsi silaturahimnya tidak hilang karena kita bisa melakukannya dengan banyak cara, tidak secara langsung,” tegasnya.

Melakukan salat Id di rumah ataupun bersilaturahim tidak secara langsung pun tidak mengurangi esensi ibadah. “Agama Islam sudah memberikan jalan. Kalau situasi bahaya pandemi seperti ini, ada kemudahan. Kalau maksa, bukan agama, tapi itu adalah nafsu. Agama mengajarkan kemudahan,” terang Ma’ruf.

Hari Raya Idul Fitri, lanjutnya, merupakan momentum yang tepat bagi umat muslim untuk bersatu dan bersama-sama memanjatkan doa agar pandemi cepat hilang dan berlalu. “Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, marilah kita berdoa sambil bersabar. Kita tidak boleh menyerah. Kita harus bangkit, menghidupkan kembali semangat kebangkitan nasional,” tuturnya.

Wajib

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Flores Timur, Ahmad Betan, mengimbau masyarakat untuk menjalankan salat Id di rumah saja bersama keluarga karena wilayah tersebut telah menjadi zona merah covid-19. “Ini tidak mengurangi amal ibadah demi mencegah penyebaran virus korona karena menghindari wabah juga wajib hukumnya. Menghindari wabah akan mendapatkan pahala, sedangkan yang tidak menghindari wabah akan mendapatkan dosa,” jelas Ahmad.

“Saya serukan kepada seluruh umat muslim, seluruh komponen masyarakat, pemerintah, dan kelompok-kelompok kepentingan lainnya agar kita semua senantiasa menengadahkan tangan, berdoa kepada Allah agar kiranya wabah korona ini bisa segera berakhir sehingga kita hidup tidak dalam kecemasan dan tidak hidup dalam keragu-raguan,” sambung Ahmad. (FB/H-3)

BERITA TERKAIT