20 May 2020, 03:55 WIB

Bermuhasabah di Akhir Ramadan


Atikah Ismah Winahyu | Ramadan

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
 

TIDAK terasa kita telah memasuki akhir bulan Ramadan 1441 H yang penuh berkah. 

Di sisa Ramadan yang tinggal menghitung hari, ada baiknya kita memanfaatkan waktu yang sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah, sebab banyak sekali nilai keberkahan yang diberikan Allah di bulan suci Ramadan yang hanya datang satu kali dalam setahun ini.

Ustaz M Hartono mengatakan, setidaknya ada tiga keutamaan yang diberikan Allah di bulan Ramadan. Pertama, Allah memberikan pahala berlipat ganda bagi umat-Nya yang beribadah di bulan Ramadan. Allah berfirman, ‘Puasa adalah untuk-Ku dan akulah yang akan  membalasnya.’

“Di bulan Ramadan ini banyak nilai ibadah yang dilipatgandakan Allah. Nilai ibadah sunah yang kita laksanakan, dilipatgandakan menjadi wajib. Nilai ibadah wajib dilipatgandakan juga oleh Allah,” kata Ustaz M Hartono dalam acara Mutiara Ramadan bertajuk Muhasabah di Akhir Ramadan di Masjid Agung Al- Azhar pada Senin (18/5).

Keutamaan kedua yakni bulan Ramadan adalah bulan turunnya Alquran. Ada kemuliaan dan keberkahan di balik turunnya Alquran. Namun, sudah seberapa banyak kita membaca, mengkaji, dan mengamalkan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari?

Selama Ramadan, banyak orang yang mengisi waktu dengan membaca Alquran. Terdapat beberapa kategori orang yang mengisi Ramadan dengan membaca Alquran, yakni membaca untuk menghatamkan (menamatkan) dan ada yang mengkaji Alquran dengan membaca ayat per ayat kemudian diamalkan. Keduanya sama-sama baik, namun disarankan membaca Alquran dengan tartil atau tidak terburu-buru.

“Membaca Alquran merupakan perintah harian. Apa yang ada di Alquran tersebut dibaca lalu dilaksanakan atau dikerjakan, dan apa saja yang dilarang dan harus ditinggalkan,” tuturnya.

Keutamaan ketiga yaitu adanya malam Lailatulkadar. Tentunya momen Lailatulkadar merupakan momen istimewa yang dinanti-nantikan umat Islam. “Ini merupakan momen yang tepat, dengan sisa bulan suci Ramadan ini sejauh mana kita bisa mengisi malam Lailatulkadar. Apabila kita mengamalkannya dengan baik, ganjarannya setara dengan 1.000 bulan atau dapat dikatakan lebih dari 83 tahun,” ujarnya.

Manfaatkan kesempatan dan momen berharga ini dengan sebaik-baiknya karena kita belum tentu dapat bertemu dengan Ramadan tahun depan. “Anggaplah ini adalah Ramadan terakhir yang kita laksanakan. Oleh karena itu, kerjakan semata-mata untuk mengharap rida Allah.

Untuk menghadapi covid-19, Insya Allah yakinlah, dengan kita memaksimalkan Ramadan, Allah akan hindarkan kita dari covid-19 karena Ramadan bulan keberkahan dan kemuliaan.

Kita berdoa, Insya Allah doa kita dikabulkan Allah. Kita beramal dan bersedekah berharap akan diterima Allah sehingga dapat dikatakan kita akan diselamatkan Allah,” imbuhnya.

Ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadan juga dapat menjadi tindakan preventif agar terhindar dari covid-19. Misalnya, kita sering berwudu untuk menjaga kesucian, karena sering dibasuh air, Insyaallah terhindar dari covid-19.

Kita berzikir agar terhindar dari marabahaya, ini juga merupakan upaya kita agar terhindar dari korona. Dalam akhir tausiahnya, Ustaz  Hartono berpesan agar kita jangan sampai terlena hidup di dunia yang fana ini sehingga  kita lupa untuk beribadah kepada Allah. Dia pun berharap kondisi Ramadan ini lebih baik daripada sebelumnya.“Semoga kualitas iman dan takwa kita lebih baik daripada masamasa
sebelumnya.” (H-3) 

BERITA TERKAIT