18 May 2020, 05:25 WIB

Tidak Mudik saat Pandemi adalah Sedekah


Furqon Ulya Himawan | Ramadan

MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
Pengendara sepeda motor melintas di samping spanduk imbauan tidak mudik saat pandemi virus covid-19 di Jl. Sultan Hasanudin, Jaksel, kemarin

JALAN kebaikan itu banyak sekali. Banyak amal kebaikan yang bisa kita lakukan, dari beriman kepada Allah sebagai amalan paling utama hingga menyingkirkan pecahan beling di jalan.

Bahkan, berdiam diri di rumah, tidak mudik, dan melaksanakan salat berjemaah di rumah bersama keluarga selama pandemi covid-19 juga merupakan jalan kebaikan dan bisa menjadi sedekah.

“Jadi, kebaikan itu macam-macam. Punya banyak duit bisa sedekah, tidak punya duit bisa membaca tasbih, tahlil, perintah kebaikan juga sedekah, mencegah kemungkaran juga sedekah. Banyak peluang untuk bersedekah,” kata Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri, Mustasyar PBNU saat Ngaji Pasanan di Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Menurut Gus Mus, sapaan karib pengasuh ponpes itu, sedekah tidak harus menggunakan uang. Seperti penjelasan dalam kitab Akhlaq Al-Muslim ‘Alaqotuhu bi Al-Mujtmak.

Dalam kitab tersebut, menurut Gus Mus, ketika ingin beramal kebaikan memberikan sesuatu, tapi tidak punya apa-apa dan mau bicara yang baik juga tidak bisa, mencegah tidak melakukan sesuatu yang buruk juga bisa menjadi sedekah. “Kalau (di rumah saja) diniati yang benar, itu sedekah,” kata Gus Mus.

Berdiam di rumah saja, lanjut Gus Mus, niatkanlah untuk menolak penyakit dan keburukan. Bisa jadi, ketika kita keluar rumah dan berkumpul dengan banyak orang, kita malah menularkan virus covid-19.

“Bukan persoalan kamu ketularan, tapi kalau kamu menulari, kamu kok egois sekali, ini untuk kepentingan bersama. Dalam Islam, kepentingan bersama itu penting,” jelas Gus Mus.

Gus Mus memberikan contoh di Tiongkok yang bisa keluar dari pagebluk covid-19 dengan cepat karena masyarakatnya mau mematuhi aturan untuk tidak keluar rumah.

Berbeda dengan di Indonesia yang warganya masih saja nekat mudik menjelang Lebaran meskipun dengan jalan menyelinap dan mengelabui petugas. “Katanya, aku lebih takut Tuhan daripada korona. Kok menyandingkan Allah dengan korona?” kata Gus Mus.

Tolak bala

Di saat wabah covid-19 ini, Gus Mus mengajak semuanya untuk melakukan sedekah massal, tidak usah memakai uang seperti dalam keterangan kitab Akhlaq Al-Muslim ‘Alaqotuhu bi Al-Mujtmak.

Orang kaya memakai hartanya untuk sedekah, bagi yang tidak punya uang, bisa melakukan ibadah badaniah untuk bersedekah. Lakukanlah kebaikan-kebaikan seperti amar makruf nahi mungkar, bikin status di media sosial yang baik; jangan bermusuhan dengan orang lain; perbuatan baik lainnya.

“Jadi, ayo lakukan gerakan sedekah besar-besaran biar bala yang besar ini segera usai karena sedekah bisa menolak bala dan sedekah enggak harus dengan uang, mesem (tersenyum) juga sedekah,” ajak Gus Mus. (H-2)

BERITA TERKAIT