16 May 2020, 06:40 WIB

Petunjuk untuk Memuliakan Nabi


MI | Ramadan

Dok.MI
 Dok.MI
Quraish Shihab

TAFSIR Al-Mishbah episode 22 ini membahas surah ke-49, Surah Al Hujurat, mengenai etika dan petunjuk bagi orang-orang yang beriman untuk memuliakan Nabi dengan sebenar-benar pemuliaan. Surat ini dimulai dengan seruan kecintaan agar mereka menjadi orangorang yang beriman. "Ya ayyuhallazina amanu la tuqaddimu baina yadayillahi wa rasulihi wattaqullah, innallaha sami'un 'alim. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Panggilan Allah kepada seluruh umat Islam itu mengandung pesan yang penting agar kita sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW meneladani perbuatannya. Demikian pula agar kita tidak mendahului Allah dan rasul-Nya. Inilah hakikat adab yang wajib terhadap Allah dan rasul-Nya. Ayat selanjutnya menjelaskan tentang etika atau penghormatan terhadap Nabi, dengan tidak meninggikan suara melebihi beliau. Orang-orang yang merendahkan suaranya di hadapan Nabi tentunya akan dilapangkan untuk mendapat ketakwaan. Etika penting yang kontekstual dalam kehidupan kita saat ini juga bisa diimplementasikan adab dan etika kepada alim ulama, guru, orangtua, dan orang yang dihormati lainnya.

Dikatakan turunnya ayat ini ketika Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar berbeda pendapat sehingga suara mereka meninggi. Begitu turun ayat ini, Sayyidina Abu Bakar suaranya lemah sehingga ketika berbicara dengan Nabi seakan-akan hendak menyampaikan rahasia. Dalam ayat ke-3, disampaikan bahwa Allah memuji orang-orang yang merendahkan suara mereka di hadapan Nabi dan ketika memanggilnya.

Mereka ialah orang-orang yang diampuni dosadosanya, mendapatkan balasan yang besar dari Allah, yaitu surga Allah. Selanjutnya, ayat ke-4 mengecam orang-orang yang berlaku tidak sopan. Ayat ini turun karena kalangan Badui yang mendatangi Rasulullah memanggil dengan cara yang tidak sopan dari luar kamar kediamannya, "Hai Muhammad, hai Muhammad!" Mereka tidak sabar, tidak mengerti tata krama penghormatan dan pengagungan yang seharusnya dilakukan kepada Rasulullah.

Pada ayat selanjutnya Allah berfi rman, "Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka, sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Kesimpulan tafsir Al-Mishbah episode ini ialah pada prinsipnya jika hendak melakukan suatu kegiatan, ketahuilah persis tuntunan agama menyangkut itu supaya tidak mendahului Allah dan rasul-Nya. Kedua, hormati Nabi sehormat mungkin. Walaupun sekarang beliau sudah wafat, penghormatan itu harus terus diberikan. Ketiga, orang-orang yang mengikuti tuntunan itu ialah orang yang dilapangkan dadanya sehingga mampu menerima nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. (Fer/H-3)

BERITA TERKAIT