14 May 2020, 05:45 WIB

Sedekah itu Menyehatkan


Atikah Ishmah Winahyu | Ramadan

MI/ BARY FATHAHILAH
 MI/ BARY FATHAHILAH
Umat muslim menunaikan Zakat Fitrah melalui panitia amil zakat di Masjid Al-Marjan Kelurahan Ratu Jaya, Depok, Jawa Barat, (5/5/20).

“AMBILLAH zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Demikianlah bunyi Surah At Taubah ayat 103 dalam Alquran. Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia, Muh Khidri Alwy, menjelaskan dari ayat itu diketahui bahwa manfaat zakat tidak hanya membersihkan harta dengan mengeluarkannya 2,5% untuk fakir miskin, tapi juga menyucikan jiwa dan hati dari dosa.

Begitulah sedekah tidak hanya bermanfaat dari segi sosial, ekonomi, hingga religi, tetapi juga dapat memberi manfaat kesehatan, baik bagi orang yang bersedekah maupun yang diberi sedekah. Ada beberapa penelitian yang membuktikan hal itu.

“Orang yang berperilaku baik hati dan peduli terhadap orang lain dapat meningkatkan sinyal di otak, yang diikuti dengan meluapnya tingkat kebahagiaan,” ujar Muh Khidri Alwy, kemarin.

Berdasarkan uji coba psikolog Amerika David pada orang yang suka memberi, dalam air liur orang tersebut terjadi penambahan protein yang berperan penting menambah sistem kekebalan tubuh, yaitu protein jenis A, yang dikenal dengan sebutan sel kekebalan (IgA). Sel kekebalan ini bertugas melindungi tubuh dari bakteri dan mikroba yang sering menyerang sistem pernapasan dan pencernaan.

Ketika seseorang merasa bahagia setelah memberikan zakat, infak, atau sedekah (ZIS), terang Muh Khidri Alwy, tubuh akan memproduksi sel-sel kekebalan yang dibutuhkan untuk melindungi tubuh. Selain itu, orang yang suka bersedekah memacu produksi hormon endorfin di dalam tubuh. Hormon ini mampu menimbulkan rasa senang dan kekebalan tubuh.

“Rutin bersedekah memiliki risiko kematian yang lebih rendah dalam periode lima tahun ketimbang yang tidak bersedekah dan sekitar 76% orang yang aktif dalam kegiatan sosial mempunyai kesehatan yang lebih bagus dibanding yang tidak bersedekah. Sebaliknya, orang yang pelit bersedekah akan meningkatkan hormon pemicu stres di dalam tubuh,” bebernya.

Sehat paripurna

Hal senada diungkapkan Ketua Departemen Cendekiawan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS), Muhammad Sabri. “Beriman, tapi tidak bersedekah diasumsikan sebagai orang yang sakit,” imbuhnya.

Ada dua karakter yang dianjurkan Allah, yaitu memberi makan pada orang miskin atau yatim serta memberi perlindungan kepada orang-orang yang mengalami kecemasan dan lemah secara ekonomi.

“Perbanyak memberi atau bersedekah agar kita dapat meraih kesehatan yang paripurna, yaitu yang mencakup sehat fisik, mental, sosial, dan spiritual,” pungkasnya. (H-2)

BERITA TERKAIT