14 May 2020, 05:15 WIB

Berjihad Memperjuangkan Agama


Aiw/H-3 | Ramadan

MI/SENO
 MI/SENO
Quraish Shihab

EPISODE ke-20 Tafsir Al Mishbah membahas tentang Nabi Muhammad dan para sahabat memperjuangkan agama Islam dalam Surah Al Fath ayat 16-22.

Allah berfirman pada ayat 16, “Sampaikanlah kepada mereka yang ditinggal itu bahwa nanti di suatu masa kalian akan diajak untuk menghadapi kaum yang punya kekuatan yang sangat besar untuk kamu perangi mereka atau mereka menyerah. Maka jika kamu taat, Allah akan memberikan kepadamu ganjaran yang banyak, tapi kalau kamu menghindar sebagaimana sebelumnya, niscaya kamu akan disiksa dengan siksaan yang pedih.”

Allah memberikan kesempatan bagi para sahabat untuk ikut dalam berjihad. Jika mereka berjihad, akan mendapatkan pahala yang setimpal. Sebaliknya, jika mereka menghindar seperti yang pernah dilakukan sebelumnya, Allah akan memberikan azab.

Kemudian, ayat selanjutnya menerangkan, ada orang-orang yang kondisinya tidak memungkinkan untuk berjihad, maka Allah mengizinkan mereka untuk tidak ikut. Agama ialah ketulusan dan Allah tidak membebani seseorang melebihi kemampuannya.

Selanjutnya, ayat 18 berbunyi, ”Sungguh Allah telah rida kepada orang-orang mukmin yang membaiat kamu di bawah pohon. Allah mengetahui yang ada di dalam hati mereka, lalu menurutkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat.”

Pada saat itu, jumlah orang mukmin masih sedikit, tapi dengan keimanan penuh bersedia menyerahkan diri dan mati untuk membela agama. Allah menurunkan ketenangan dalam hati mereka sehingga mereka legawa dan Allah memberi mereka kemenangan yang tidak lama lagi akan datang. Dalam ayat selanjutnya diterangkan bahwa Allah juga memberi balasan berupa harta rampasan yang melimpah.

Selain itu, Allah menjanjikan kemenangan pada mereka seperti yang tertuang dalam ayat 20.

Ayat selanjutnya, “Dan (telah dijanjikan kemenangan) yang lain yang kamu belum tahu, tetapi sudah Allah siapkan untuk kalian. Dan adalah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” Allah Mahakuasa yang menentukan segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini meski tidak ada satu pun umat-Nya yang menyangka atau mengetahui.

Pada ayat 22 disebutkan Allah menolong orang-orang mukmin, tapi orang beriman belum tentu merupakan orang mukmin. Agar dapat menjadi orang mukmin, kita harus mempelajari lebih jauh tentang Islam disertai dengan ketulusan dan memohon bantuan pada Allah. Orang yang membaca Alquran dan mempelajarinya dengan tulus maka bertambah pula keimanannya.

Kesimpulan yang dapat dipetik dari ayat-ayat di atas ialah  jihad dalam pengertian umumnya selalu harus ada atau dilakukan setiap harinya, setidaknya jihad melawan hawa nafsu.

Jihad dengan mengangkat senjata, Allah izinkan tidak ikut bagi orang-orang yang memiliki uzur. Namun, masalah kemauan dikembalikan pada diri masing-masing. Kemudian, sahabat-sahabat yang ikut dalam Perjanjian Hudaibiyah itu semua telah diridai Allah.

Terakhir, ada janji-janji Allah tentang turunnya sakinah bagi orang-orang yang menerima dengan baik ketetapan-ketetapan Allah walaupun pada mulanya hatinya bergejolak. Dengan diturunkan sakinah, mereka tenang berjuang di jalan Allah. (Aiw/H-3)

BERITA TERKAIT