13 May 2020, 05:30 WIB

Momentum Tadarus Alquran


SYARIEF OEBAIDILLAH | Ramadan

Youtube.com
 Youtube.com
 

RAMADAN yang penuh keberkahan dan kemuliaan ini merupakan bulan diturunkannya Alquran. Momentum emas ini saat yang tepat bagi kaum muslimin untuk membaca dan mengkaji kitab suci. Karena itu, selama puasa Ramadan, kaum muslimin di Tanah Air dan seluruh dunia berlomba-lomba melakukan tadarus Alquran.

"Ramadan bulan Alquran. Kita semua mesti memanfaatkan dengan baik dengan melakukan tadarus, baik sendiri atau berjemaah seperti ini. Tapi ingat, tadarus bukan sekadar membaca saja, melainkan juga mempelajari dan memahami tentang kaidah dan makna kalam ilahi ini," kata Ustaz Nurzaman Sahli pada Kajian Ramadhan 1441 H yang digelar Dewan Kemakmuran Masjid Nursiah Daud Paloh (DKM-NDP) Media Group.

Diskusi virtual yang berlangsung pada Senin (11/5) itu mengambil tema Mengupas cara membaca Al-Fatihah yang baik dan benar. Nurzaman mengutarakan bahwa Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW bagi umat manusia menjadi rahmat terbesar, sebagaimana termaktub dalam sejumlah ayat Alquran. "Dan kami tidak menurunkan kepadamu (Muhammad) Al-Kitab (Alquran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS An-Nahl/16:64).

Di ayat lain, "Dan Sesungguhnya Alquran itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS An-Naml/27:77). Lebih lanjut, Nurzaman mengupas pada surat Ar-Rahman ketika Allah SWT memberi nikmat kepada semua makhluknya. Namun, dengan rahim-Nya, nikmat terbatas diberikan kepada kaum mukmin. "Jadi, Alquran adalah rahmat terbesar bagi Rasulullah SAW dan umatnya. Melalui Alquran, Allah ingin memberi petunjuk dengan sifat pengasih-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan Alquran merupakan rohnya iman," cetusnya.

Kemudian dia merujuk pada surat Al-'Alaq, surat pertama yang diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW yang memerintahkan manusia untuk iqra atau membaca. Membaca Alquran, membaca alam semesta, dan membaca pertanda zaman. "Jadi, mari kita iqra, baca Alquran dan Allah akan memuliakan siapa saja yang membacanya," kata Nurzaman yang rutin mengisi kajian Alquran di DKM NPD Media Group.

Terkait pembahasan tentang Surat Al-Fatihah, Nurzaman memaparkan pada Tafsir Ibnu Katsi. Al-Fatihah mempunyai nama yang banyak, tapi yang terkenal disebut Sabatul Matsani atau tujuh ayat yang berulang-ulang. Keutamaan Al-Fatihah menjadi rukun salat, yakni wajib dibaca. Apabila tanpa membacanya, tidak sah salatnya. Keistimewaan lainnya ialah dengan membaca Al-Fatihah, ada hak Allah SWT dan hak hamba yang membacanya.

Mengutip hadis, dikatakan bahwa dari ayat pertama hingga ayat keempat, setiap ayat mendapat jawaban dari Allah SWT. "Disini hak Allah SWT menjawab hamba-Nya saat mengucapkan, lalu pada ayat kelima hingga ayat terakhir, tertera hak hamba yang melantunkannya," tuturnya.

Di sisi lain, keutamaan Al-Fatihah menjadi bacaan bagi praktisi rukiah sekaligus ayat pengobat yang dapat menyembuhkan penyakit, sebagaimana termaktub dalam Alquran Surat Al-Isra ayat 82. "Dan kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (H-3)

 

BERITA TERKAIT