Bagaimana Memutus Rantai Hoaks Seputar Covid-19? Ini Caranya


Penulis: Bagus Pradana - 27 March 2020, 12:23 WIB
MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Media Sosial kerap dipakai untuk mencari dan menyebarkan informasi yang belum tentu valid

MISINFORMASI dan kabar Hoaks mengenai perkembangan penanganan virus corona (Covid 19) di berbagai belahan dunia mulai membanjiri internet.  Hal ini membuat resah para pakar komunikasi karena sebagian besar menimbulkan kepanikan di masyarakat. Mereka mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip 'information hygiene' dengan memerifikasi  terlebih dahulu atas segala informasi yang mereka terima, sebelum membagikannya.

Lantas, langkah apa saja yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan kabar-kabar Hoax dan misinformasi  terkait Covid 19 ini, berikut di antaranya yang kami sarikan dari BBC.com.

1. Pikirkan Sebelum Menyebarkan

Anda ingin menjaga agar keluarga dan teman-teman terdekat terhindar dari misinformasi dan kabar-kabar hoax yang kini makin sering berseliweran?

Hal pertama yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan rantai setan ini adalah berhenti meneruskan kabar tersebut dan segera lakukan verifikasi.

Serta jangan lupa untuk memikirkan matang-matang terlebih dulu, terutama ketika Anda mendapatkan informasi baru, baik dari email, WhatsApp, Facebook atau Twitter, sebelum Anda teruskan kepada lingkaran terdekat Anda.

Jika Anda memiliki keraguan, jangan sebar informasi itu, sebelum Anda memeriksa lebih lanjut.

2. Periksa Sumber Berita

Untuk memeriksa validitas informasi, Anda dapat langsung mengonfirmasi ke pihak yang membagikan berita pada Anda dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan dasar tentang dari mana informasi itu berasal.

Jika sumbernya tidak jelas, jangan meneruskan informasi tersebut kepada orang lain.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi terakurat tentang perkembangan penanganan virus corona (Covid 19), rujuklah sumber informasi yang paling dapat diandalkan seperti instansi pemerintah yang memang ditugaskan untuk menangani Covid 19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan rumah sakit rujukan. Karena informasi yang disajikan oleh para ahli di instansi-instansi ini lebih dapat diandalkan daripada informasi dari orang asing yang ada di grup WhatsApp.

3. Waspadai Konten Emosional

Konten-konten yang membuat kita takut, marah, atau cemas adalah konten yang berpotensi viral.

Muatan yang bersifat emosional ini merupakan salah satu pendorong terbesar berkembangnya Hoaks atau informasi yang tidak benar apalagi disaat kita menghadapi kondisi krisis seperti ini.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu berpikir proporsional ketika mencerna informasi. Kesampingkan terlebih dahulu sisi emosionalnya dan segera periksa dari mana informasi tersebut berasal. (M-4)

BERITA TERKAIT