Muktamar Alkhairaat XI Ditunda Akibat Korona


Penulis: Mitha Meinansi - 27 March 2020, 11:40 WIB
MI/Mitha Meinansi
 MI/Mitha Meinansi
Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita


MENYIKAPI pendemi Covid-19, panitia pelaksana Muktamar Besar Alkhairaat XI 2020 menunda kegiatan yang rencananya akan dihadiri dan dibuka Presiden RI Joko Widodo di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada 15 April mendatang. Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita saat dikonfirmasi membenarkan adanya penundaan itu. Sebagai penanggung jawab pengamanan atas kedatangan presiden di Sulawesi Tengah, Agus Sasmita menyatakan sudah mendapat konfirmasi dari panitia pelaksana.

"Melihat situasi sekarang yang tidak memungkinkan, beberapa hari lalu panitianya sudah menyampaikan kepada saya. Mereka datang ke sini menyampaikan penundaan tersebut. Dari konfirmasi ke sesneg juga belum ada agenda presiden untuk acara itu sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan," ujar Agus Sasmita di gedung Makorem 132/Tadulako, Kamis (26/3).

Pemberitahuan resmi penundaan acara yang diperkirakan akan melibatkan ribuan orang itu, dikeluarkan tanggal 26 Maret 2020, melalui surat yang dikeluarkan Pengurus Besar Alkhairaat di Palu, yang ditandatangani Ketua Umum PB Alkhairaat HS Ali Muhammad Al Jufri dan Sekjennya Ridwan Yalidjama. Penundaan pelaksanaan acara sampai dengan awal Juni itu, dilakukan sehubungan dengan pemberitahuan WHO, Pemerintah Pusat maupun Daerah berkaitan dengan wabah Covid-19. Serta sikap PB Alkhairaat dalam 
menghadapi kekhawatiran wabah korona.

Sekretaris Panitia Muktamar Alkhairaat XI, DR Sofyan Bachmid mengatakan, penundaan itu dilakukan setelah Pengurus Besar Alkhairaat menggelar rapat yang dipimpin oleh Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Muhamad Aljufrie pada Kamis 19 Maret 2020 lalu. Rapat yang melibatkan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu dr Amran, Drg Lutfia Sahbudhin mewakili kepala Dinas Kesehatan  Kota, salah seorang dokter dari RS Alkhairaat Palu, serta beberapa  intansi terkait dan panitia pelaksana, menyepakati kegiatan tersebut akan dilangsungkan seusai Hari Raya  Idul Fitri 1441 Hijriyah.

"Itu harus diundurkan tentatif saat ini kemungkinan sampai bulan Mei, setelah lebaran. Bisa jadi disatukan dengan Haul, dua belas hari setelah tanggal 25. Tetapi sekiranya sampai bulan Juni itu nanti kondisi masih belum kondusif, maka PB Alkhairaat sesuai arahan ketua utama Alkhairaat, kegiatan Haul pun ditiadakan, mengingat kepentingan lebih banyak umat," jelas Sofyan Bachmid.

baca juga: Pemkab Flotim Tutup Sementara Pelabuhan Pelayaran Kapal Pelni

Pelaksanaan Haul pendiri Alkhairaat, Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufrie, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Guru Tua, juga ditiadakan jika situasi belum memungkinkan, mengingat kegiatan tersebut dihadiri sekitar 30.000 an orang setiap tahunnya. Menurut Sofyan Bachmid, panitia akan segera menyurat kepada Mensesneg dan beberapa menteri untuk melaporkan penundaan tersebut, termasuk konfirmasi kembali kesediaan dan jadwal Presiden Jokowi untuk  kehadirannya dalam pelaksanaan kegiatan itu nantinya.

Bukan hanya Muktamar Alkhairaat yang ditunda, pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2020, yang sedianya akan diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah pada 1-5 Juli 2020, juga ditunda hingga 24-27 Desember, akibat situasi masa tanggap darurat covid-19 yang ditetapkan saat ini. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT