Olimpiade Ditunda, Panahan Susun Ulang Program Latihan


Penulis: Antara - 27 March 2020, 11:39 WIB
ANTARA/Sigid Kurniawan
 ANTARA/Sigid Kurniawan
Ilustrasi--pelatnas panahan

PENGURUS Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) mesti menyusun kembali program Training Center (TC) seiring dengan ditundanya Olimpiade Tokyo 2020 akibat pandemi virus korona penyebab Covid-19.

"Ada konsekuensi yang harus juga dipikirkan bersama, salah satunya planning program yang harus disusun ini mesti di-review kembali dan tadi juga Ibu Ketum sudah berkoordinasi dengan Kemenpora," ujar Sekjen PP Perpani Nyak Amir saat dihubungi, Jumat (27/3).

Nyak Amir mengatakan penundaan Olimpiade Tokyo 2020 memiliki dua dampak yang bertolak belakang. Positifnya, bakal memberikan ruang waktu
bagi atlet untuk mempersiapkan diri dalam perebutan tiket tambahan.

Sementara negatifnya, Perpani juga mesti mengkaji ulang perihal anggaran di samping menyusun ulang program Pelatnas.

Baca juga: Atlet yang Telah Lolos Olimpiade tidak akan Kehilangan Posisi

Awalnya, Perpani mengajukan anggaran sekitar Rp13 miliar untuk persiapan Olimpiade Tokyo 2020 yang dimulai pada Maret.

Namun, akibat adanya penundaan serta banyaknya agenda olahraga pada 2021 nanti, Kemenpora kemungkinan bakal memangkas anggaran untuk tahun ini yang berimbas pada program TC.

"Konsekuensi lain yang menjadi pemikiran kami tentunya dengan ditundanya Olimpiade ini, proses pelatnas akan berkepanjangan sampai 2021
artinya konsekuensi anggaran bakal lebih besar," kata dia.

PP Perpani sudah menyerahkan proposal baru ke Kemenpora perihal revisi anggaran dan program pelatnas. Ia berharap program TC bisa digelar
pada April hingga Desember dan anggaran yang disetujui untuk persiapan Olimpiade mendatang sebesar Rp14 miliar.

"Yang kita ajukan tadi kalau ukurannya April sampai Desember untuk pelatnas Olimpiade itu sekitar Rp14 miliar. Kita sampaikan dua bulan akan ada Training Camp di Belanda November hingga Desember yang kami ajukan," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT