15 Rumah di Bandung Barat Terendam Banjir


Penulis: Depi Gunawan - 27 March 2020, 11:03 WIB
MI/Depi Gunawan
 MI/Depi Gunawan
Warga Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat membersihkan lumpur banjir di depan rumah, Jumat (27/3/2020).

SEKITAR 15 rumah di tiga desa terendam banjir akibat meluapnya air Sungai Cidadap di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. Aparat pemerintah setempat masih menghitung total kerugian bencana yang terjadi pada Kamis (26/3) malam tersebut, karena beberapa area persawahan serta kolam ikan warga ikut terendam banjir.

"Hari ini kita lakukan kerja bakti untuk pembersihan material sisa banjir dan lumpur, sekaligus pengecekan wilayah terdampak. Tadi malam belum seluruhnya dicek karena terkendala cuaca dan minim pencahayaan,"  kata Camat Gununghalu, Hari Mustika,  Jumat ( 27/3).

Dia menyebutkan, tiga desa yang terkena dampak di antaranya Desa Gununghalu, Sirnajaya dan Bunijaya dengan total 137 jiwa. Hari memastikan banjir bandang yang disebabkan intensitas hujan yang tinggi ini tidak sampai menimbulkan korban.

"Hanya kerugian kerugian material, terutama warga yang rumahnya tergenang. Sejak semalam warga sudah mengungsi ke rumah terdekat," bebernya.

Lia ,45, warga Kampung Pasanggrahan, Desa Gununghalu, mengaku meluapnya air sungai sehingga merendam belasan rumah warga diakibatkan hujan deras yang turun sejak sore.

"Kejadiannya sebelum Maghrib. Awalnya memang hujan deras dulu, air tiba-tiba masuk dalam rumah hingga setinggi lutut orang dewasa," ungkapnya.

Bahkan, kata dia, ketinggian genangan air di Masjid Agung Gununghalu yang berada di kawasan lebih tinggi mencapai 1,5 meter. 

"Banjir yang datang secara tiba-tiba mengakibatkan warga tak sempat menyelamatkan harta benda dari dalam rumah," ujarnya.

baca juga: NasDem Sulteng Bagikan Masker untuk Jurnalis di Palu

Banjir mulai surut sekitar pukul 20.00 WIB. Namun hujan intensitas sedang yang mengguyur hingga jelang tengah malam membuat warga khawatir terjadi banjir susulan.

"Tadi malam kami mengungsi dulu ke rumah saudara yang posisinya lebih tinggi. Di kawasan ini pernah terjadi banjir pada tahun 2017, tapi yang sekarang tidak separah kejadian tiga tahun lalu," terangnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT