Firli Pastikan KPK Masih Bekerja di Tengah Pandemi Covid-19


Penulis: Cahya Mulyana - 27 March 2020, 10:41 WIB
ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Petugas memeriksa suhu tubuh Ketua KPK Firly Bahuri (kanan) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

AGENDA pemberantasan korupsi terus berjalan di tengah pandemi Covid-19 meski terdapat terdapat penyesuaian, khususnya dalam pemeriksaan saksi. Beberapa pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih bekerja di kantor tapi dengan skala prioritas.

"Kita masih kerja dengan prioritas dan sampai kemarin kita masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Rekan-rekan penyelidik dan penyidik bekerja dengan skala prioritas tentu ada yang bisa bekerja di rumah tapi ada juga yang harus di kantor karena memang harus dikerjakan di kantor," kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada Media Indonesia, Jumat (27/3).

Menurut dia, dalam suasana penuh keprihatinan karena wabah virus korona, KPK tetap bekerja baik bekerja dari rumah (work from home atau WFH) dan bekerja di kantor tentu dengan skala prioritas yang diatur pejabat eselon 1 seperti sekretaris jenderal dan deputi. Pasalnya, kinerja yang dicapai KPK adalah capaian kinerja kolektif semua pegawai.

Baca juga: Didesak Potong Gaji, Pimpinan KPK: Anggaran Pemerintah Cukup

"Untuk itu, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai KPK, dalam keadaan bangsa kita menghadapi bencana nonalam berupa virus korona tetapi pegawai masih bekerja," terangnya.

Firli mengapresiasi tim penyelidik, penyidik, penuntut umum, eksekusi, monitoring, tim surveilance karena kinerja mereka masih terjaga di tengah ancaman Covid-19. Pada triwulan pertama, KPK masih mencatatkan capaian seperti tahanan 46 orang dan harus segera diselesaikan.

"Begitu juga kegiatan melakukan penyelidikan, penggeledahan, penyitaan, mencari para DPO dan mereka semua bertaruh nyawa. Kegiatan pemeriksaan terhadap para saksi dan tersangka tetap berjalan karena memang tidak ditunda, apalagi terksit dengan waktu penahanan tersangka," terangnya.

Begitu juga tim jaksa penuntut harus melakukan inovasi untuk menyelesaikan persidangan perkara dengan bekerja sama dengan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk dirancang sidang melalui sarana video conference.

"KPK akan terus berikhtiar dan berkarya, dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi untuk negeri yang kita cintai bersama ini agar terbebas dari korupsi," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT