Stok Nasional APD Tersisa 19 ribu


Penulis: Indriyani Astuti - 27 March 2020, 10:35 WIB
ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
 ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Pekerja mengenakan baju pelindung yang telah jadi di Kwaon, Jemawan, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.

STOK nasional alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan bagi petugas medis dalam penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tersisa 19 ribu.

Kini, stok tersebut disimpan di Gudang Gugus Tugas Nasional Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Paban IV/Operasi Dalam Negeri Kolonel Infrantri Aditya Nindra Pasha menyampaikan dari 170 ribu stok APD yang ada telah terdistribusi 151 ribu.

"Sehingga cadangan nasional yang masih ada 19 ribu APD," ujarnya dalam video conference di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (27/3).

Ia juga menyampaikan APD itu sudah dialokasikan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, ada yang belum sempat diambil atau didistribusikan antara lain untuk Provinsi Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Baca juga: DPR Dukung Larangan Mudik untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Adapun skema pendistribusian dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dukungan TNI ke daerah yang kesulitan transportasi.

TNI, ujarnya, telah mendukung pendistribusian di wilayah Papua dan Papua Barat serta beberapa daerah yang berada di wilayah terbatasan. Selain perbantuan TNI, ujarnya, skema lain pendistribusian dilakukan oleh masing-masing provinsi melalui penghubung daerah di Jakarta.

"Mereka datang langsung mengambil APD dibantu alat angkut oleh TNI di masing-masing wilayah," ucapnya.

Untuk provinsi yang belum mendapatkan APD, ujarnya, hari ini, Jumat (27/3), beberapa perwakilan pemerintah daerah tersebut akan mengambil APD yang diperlukan untuk wilayah masing-masing. Adapun prioritas pendistribusian APD, menjadi kewenangan Gugus Tugas Daerah.

"Mereka memiliki data wilayah mana yang membutuhkan sehingga rumah sakit yang ada di daerah bisa berkomunikasi pada Gugus Tugas di daerah sehingga mendapatkan alokasi," tukasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT