Tiongkok Laporkan Satu Kasus Covid-19 Lokal


Penulis: Nur Aivanni - 27 March 2020, 10:31 WIB
AFP/Noel Celis
 AFP/Noel Celis
Pekerja medis mengawasi warga yang mengantre diperiksa di Rumah Sakit Huanggang Zhongxin, Tiongkok.

TIONGKOK melaporkan kasus akibat virus korona yang ditransmisikan secara lokal pertama dalam tempo tiga hari terakhir dan 54 kasus impor baru.

Ke-55 kasus baru yang dilaporkan pada Kamis (26/3) itu turun dari 67 pada hari sebelumnya. Hal itu dikatakan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok dalam sebuah pernyataan, Jumat (27/3).

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (27/3), sekarang ada 81.340 kasus yang dikonfirmasi di daratan Tiongkok. Korban tewas mencapai 3.292 dengan lima kematian baru.

Kasus impor virus korona yang sebagian besar melibatkan warga negara Tiongkok yang kembali ke rumah kini menimbulkan kekhawatiran terbesar bagi pihak berwenang.

Baca juga: Bendung Covid-19, Tiongkok Pangkas Penerbangan Internasional

Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) kini memiliki paling banyak kasus Covid-19 di dunia. Jumlah infeksi virus korona di AS naik di atas 82.000 pada Kamis (26/3). Jumlah kasus tersebut melampaui penghitungan nasional di Tiongkok dan Italia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara G20 untuk meningkatkan produksi alat pelindung bagi petugas kesehatan. Itu dilakukan untuk memerangi penyebaran virus korona yang melaju dengan cepat.

"Kami meminta semua negara Anda untuk meningkatkan produksi, menghapus larangan ekspor dan memastikan pemerataan distribusi," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada para pemimpin G20, menurut teks pidato yang dipublikasikan oleh badan PBB.

Sebelumnya, pejabat WHO memperingatkan bahwa dunia menghadapi kekurangan yang signifikan atas peralatan perlindungan bagi petugas kesehatan, terutama masker, sarung tangan, baju pelindung khusus, dan pelindung wajah.

Sementara itu, hari ini, pemerintah Jepang mengatakan tidak perlu menyatakan keadaan darurat di tengah kekhawatiran pandemi virus korona.

Juru bicara utama pemerintah Jepang Yoshihide Suga, dalam konferensi pers, mengatakan bahwa pada tahap ini tidak dalam situasi yang perlu mengeluarkan pernyataan keadaan darurat. (OL-1)

BERITA TERKAIT