Anjuran Tinggal di Rumah, Permintaan Elpiji Meningkat


Penulis: Depi Gunawan - 27 March 2020, 10:08 WIB
MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Konsumsi elpiji 3 kg di wilayah  wilayah Bandung Raya, Sumedang dan Priangan Timur meningkat sekitar 3 persen dari konsumsi 

ANJURAN pemerintah kepada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah sebagai upaya memotong siklus penyebaran virus korona (Covid-19) menyebabkan konsumsi gas elpiji mengalami peningkatan dari biasanya. Unit Manager Communication & CSR MOR III, Dewi Sri Utami menerangkan, konsumsi elpiji bersubsidi 3 kilogram untuk masyarakat di wilayah Bandung Raya, Sumedang dan Priangan Timur meningkat sekitar 3 persen dari konsumsi 

"Ada kenaikan menjadi 1.052 metrik ton/hari. Aktivitas memasak di rumah jadi lebih meningkat dari biasanya setelah pemerintah mengeluarkan anjuran kepada masyarakat agar tetap berada di rumah," kata Dewi, Jumat (27/3).

Namun di sisi lain, lanjut Dewi, konsumsi elpiji 3 kilogram untuk sektor usaha mikro mengalami penurunan. Menurut dia, hal ini akibat berkurangnya pengusaha makanan yang biasa berjualan di sekitar perkantoran, sekolah dan fasilitas umum.

"Seiring diberlakukannya anjuran pemerintah itu, sektor usaha mikro mulai mengurangi aktivitasnya," ujarnya.

Selama bulan Maret, dia menerangkan, di wilayah Bandung Raya, Sumedang dan Priangan Timur, terjadi peningkatan konsumsi rata-rata 14 persen untuk produk elpiji nonsubsidi, Bright Gas 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

"Kenaikan terjadi semenjak keluar imbauan pemerintah agar masyarakat membatasi mobilisasi keluar rumah, bekerja, sekolah dan beribadah dari rumah. Banyak masyarakat yang melakukan aktivitas di rumah termasuk memasak," bebernya.

Agar tetap bisa melayani konsumen yang tak bisa keluar rumah, pihaknya mempermudah layanan pembelian elpiji nonsubsidi melalui Call Center 135.

Menurut dia, langkah tersebut mendapat tanggapan positif masyarakat, adanya terjadi peningkatan konsumsi elpiji nonsubsidi rumah tangga di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten selama sepekan terakhir.

"Layanan pemesanan elpiji nonsubsidi mengalami peningkatan hingga 64 persen dibanding jumlah pemesanan pada bulan Februari lalu," terangnya.

Untuk pemesanan elpiji nonsubsidi, dia melanjutkan, konsumen cukup menyebutkan jenis produk yang akan dipesan, serta alamat yang akan diantar. Nantinya, produk akan diantar dari pangkalan atau agen terdekat dari rumah konsumen.

"Kami selalu memastikan pasokan cukup bagi masyarakat. Selain agen dan pangkalan, kami juga tetap beroperasi selama masa pemberlakuan social distancing ini," tuturnya.

baca juga: Sulteng Kebagian Jatah 60 Paket APD dari Kemenkes

Sebagai bentuk dukungan pada pemerintah terkait social distancing, Pertamina juga memberikan promo diskon sebesar 25 persen dan gratis biaya pengantaran untuk pemesanan Bright Gas melalui Call Center 135 khusus konsumen di wilayah Bandung Raya, Sumedang dan Priangan Timur.

"Program berlaku sejak tanggal 20 Maret hingga akhir bulan ini. Agar terhindar dari virus Covid-19, seluruh tabung yang akan diantar ke konsumen dipastikan sudah disemprot desinfektan," jelasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT