Anjing Dilatih Mendeteksi Covid-19


Penulis: Basuki Eka Purnama - 27 March 2020, 10:15 WIB
AFP/CARL COURT
 AFP/CARL COURT
Anjing dari Medical Detection Dog tengah menjalani pelatihan.

SEBUAH yayasan amal Inggris bekerja sama dengan sejumlah ilmuwan untuk mengetahui apakah anjing bisa mendeteksi virus korona (Covid-19) lewat penciuman mereka.

Medical Detection Dogs akan bekerja sama dengan London Scholl of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM) dan Durham University untuk mengetahui apakah anjing bisa membantu diagnosa virus itu.

Hal itu dilakukan karena berdasarkan penelitian anjing bisa mendeteksi malaria dan diyakini setiap penyakit memicu bau badan yang berbeda.

Organisasi itu mengatakan mereka telah memulai persiapan untuk melaituh annjing-anjing itu dalam tempo enam pekan dalam upaya membantu diagnosa yang cepat dan noninvasif untuk mengakhiri pandemi virus korona.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Swiss Tembus Angka 10 Ribu

Sebelumnya, lembaga amal itu telah melatoh anjing untuk mendeteksi penyakit seperti kanker, Parkinson's, dan infeksi bakteri.

Anjing-anjing itu juga bisa mendeteksi perubahan suku tubuh sehingga mereka berguna untuk mengetahui apakah seseorang sedang demam atau tidak.

"Secara prinsip, kami yakin anjing bisa mendeteksi Covid-19," ujar Claire Guest, pendiri dan eksekutif kepala Medical Detection Dogs.

"Kami kini mencari cara untuk menangkap bau virus dari pasien dan memperkenalkannya kepada para anjing."

"Targetnya adalah para anjing bisa mengidentifikasi pengidap virus korona, baik yang tidak menunjukkan gejala, sehingga mereka bisa diuji."

"Hal itu membuat proses identigikasi menjadi cepat, efektif, dan noninfasif," imbuhnya.

Kepala Pengendalian Penyakit di LSHTM mengatakan anjing bisa mendeteksi penyakit pernafasan dengan mencium perubahan aroma tubuh sehingga ada kemungkinan besar mereka bisa mengidentifikasi Covid-19.

Perwakilan Durham University Steve Lindsay mengatakan anjing bisa diterjunkan di bandara di akhir pandemi untuk membawa karier virus korona untuk mencegah munculnya kembali penyakit itu. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT