Pemda Harus Sigap Hadapi Dampak Virus Korona


Penulis: Cahya Mulyana - 27 February 2020, 14:56 WIB
MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) tangguh menghadapi dampak COVID-19 atau virus korona, terutama yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, daya beli masyarakat perlu didorong guna menjaga pertumbuhan ekonomi harus menjadi fokus bersama.

“Perintah Bapak Presiden, kita harus melaksanakan sejumlah langkah untuk menghadapi tekanan ekonomi selain akibat perang dagang antara US vs Tiongkok, dan Brexit di Inggris, juga dampak COVID-19 atau virus korona,” kata Tito melalui keterangan resmi, Kamis (27/2).

Baca juga: DPR Lantik Tiga Anggota PAW

Menurut dia, dampak dari adanya penyebaran virus korona yang berasal dari Tiongkok adalah sektor pariwisata. Pasalnya, wisatawan Tiongkok menjadi pangsa pasar wisata di Indonesia selain rekan impor-ekspor.

“Dengan adanya lock down di Tiongkok, kota-kota diisolasi, ini menimbulkan efek psikologis masyarakat di Tiongkok terutama membuat mesin produksi menjadi lamban, pabrik dan kantor tutup. Ini pengaruhnya besar sekali, karena 1% penurunan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok akan berdampak sekitar 0,06 pelambanan ekonomi di kita, ini harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.

Tito meyakini, kesuksesan dalam menangani dampak virus korona, dapat menjadi jalan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai target. Selain itu, dampak lain yakni terhadap kelancaran Pilkada Tahun 2020.

“Kita melihat bahwa kesuksesan menangani dampak virus korona, dapat membuat stabil, ini akan memberikan jalan yang mulus untuk Pilkada yang lancar, tapi kalau terjadi gejolak yang tak teratasi yang menimbulkan ada gejala sosial, akan membuat jalan tersebut berliku, berbatu, Pilkada menjadi sulit untuk dikelola,” imbuhnya.

Ia pun meminta Pemda segera membelanjakan transfer dana dari pemerintah pusat kepada belanja modal dan barang, sesuai aturan yang berlaku. 

"Belanjakan supaya uang beredar di masyarakat, agar ada daya tahan ekonomi masyarakat di daerah masing-masing,” pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT