Mimpi Nyata Odion Ighalo Bersama Setan Merah


Penulis: Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group - 15 February 2020, 06:30 WIB
MI/Seno
 MI/Seno
Ilustrasi MI

USIANYA sudah tidak muda lagi. Tahun ini Odion Ighalo memasuki usia 31 tahun, tetapi mimpinya untuk bergabung dengan Manchester United tidak pernah surut. Penyerang asal Nigeria itu tidak terkira girangnya ketika pelatih Ole Gunnar Solskjaer memutuskan meminjamnya dari Shanghai Greenland Shenhua persis ketika jendela transfer musim dingin hendak ditutup.

"Saya tidak pernah terpikir hal ini akan terjadi. Namun, mimpi itu kini menjadi kenyataan. Saya sungguh merasa bahagia berada di sini dan ini merupakan tantangan yang besar dan baik bagi karier sepak bola saya," kata Ighalo berbinar-binar.

AFP/Khaled DESOUKI

Pemain baru Manchester United, Odion Ighalo saat berlaga di Piala Afrika 2019.

 

Kecintaannya kepada 'Setan Merah', menurut Ighalo, bermula dari kebiasaannya pada waktu kecil menonton Liga Inggris melalui siaran televisi yang ditayangkan di Nigeria. Bersama-sama saudaranya sebaya ia memimpikan untuk bisa bermain seperti Andy Cole yang menjadi bintang Manchester United periode 1995-2001.

Banyak anak Nigeria yang menjadi pendukung fanatik 'Setan Merah'. Bahkan bisa bermain untuk klub itu menjadi mimpi banyak pemain Nigeria.

Ia mengaku sangat bersemangat ketika tahu bahwa Solskjaer mengharapkan dirinya untuk bisa bergabung. Berapa pun bayarannya, Ighalo tidak terlalu peduli sepanjang bisa bermain untuk 'Setan Merah'.

"Saya masih ingat ketika itu sudah pukul 11.00 di Shanghai saat agen saya memberi tahu bahwa United menginginkan saya. Saya langsung loncat dari tempat tidur untuk mencari penerjemah dan menggedor pintu kamar Direktur Shanghai Shenhua. 'Agen saya ingin berbicara dengan Anda, United menginginkan saya, tolong itu benar-benar bisa terjadi'," kata saya kepada direktur.

"Mereka pun saling berbicara di telepon. Saya nyaris tidak tidur malam itu karena negosiasi berlangsung sampai pukul 07.00 waktu Shanghai dan jendela transfer hampir ditutup," ujar Ighalo mengenang momen yang dramatis bagi hidupnya.

Cerita ternyata tidak berhenti di sana. Pihak Shanghai masih mencoba mempertimbangkan penawaran dari klub lain yang juga menginginkan Ighalo. "Dia bilang kamu akan mendapat potongan gaji kalau pergi ke United. Saya bilang saya tidak peduli. Buat kesepakatan ini terjadi. Saya ingin pergi ke United. Saya tidak peduli berapa pun pemotongan gaji, tolong pastikan," kenang Ighalo.

Cederanya Marcus Rashford membuat Solskjaer harus mencari penyerang pengganti. Apalagi, sejak awal musim 'Setan Merah' ditinggal oleh Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez. Anthony Martial yang menjadi satu-satunya andalan tidak mampu menanggung beban sebagai mesin gol.

Ighalo menjadi pilihan terakhir karena Solskjaer gagal bersaing dengan Borussia Dortmund untuk mendapatkan pemain asal Norwegia Erlind Braut Haland dari RB Salzburg.

                          

Bersiap untuk Chelsea

Dengan pengalaman bermain di Watford dan menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Afrika 2019, Ighalo diharapkan bisa memberi kontribusi positif bagi 'Setan Merah'.

"Saya berharap dia bisa cepat beradaptasi karena saya membutuhkannya untuk menghadapi Chelsea Senin (17/2) malam (Selasa dini hari WIB). Saya percaya dia akan bisa mempertajam serangan karena dia sangat ingin bermain untuk Manchester United," ujar Solskjaer.

Kehadiran Ighalo menambah kepercayaan diri pelatih 'Setan Merah' untuk bertandang ke Stamford Bridge. Apalagi, ia mendapat suntikan baru dengan kehadiran gelandang asal Portugal, Bruno Fernandes. Belum lagi beberapa pemain yang mengalami cedera seperti Scott McTominay sudah siap untuk diturunkan.

Satu yang mengganjal Solskjaer hanyalah kekhawatiran Ighalo tidak lolos bebas virus korona. Karena tinggal di Tiongkok dan bepergian antarkota ketika bermain di Liga Tiongkok, Ighalo masih dilarang berinteraksi langsung dengan para pemain 'Setan Merah' lainnya.

AFP/Lindsey Parnaby

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer.

 

Solskjaer sangat serius dalam persiapan menghadapi Chelsea. Ia memboyong anak asuhnya ke Marbella, Spanyol, agar bisa berlatih secara penuh memanfaatkan libur kompetisi dua pekan.

Satu pemain yang belum bisa pulih tinggal gelandang asal Prancis, Paul Pogba. Namun, ketidakhadiran Pogba tidak mengurangi keyakinan Solskjaer untuk bisa meraih angka penuh dari Chelsea. Apalagi, kemenangan itu merupakan sesuatu yang wajib diraih bila Manchester United ingin menembus empat besar dan meraih tiket Liga Champions musim mendatang.

 

Kekuatan sayap

Kemenangan 4-0 pada pertandingan pertama di Old Trafford menjadi modal 'Setan Merah' menghadapi the Blues. Kehadiran Ighalo membuat Solskjaer bisa mengoptimalkan serangan melalui sayap. Dengan Ighalo di kiri dan Daniel James di kanan, Martial tidak lagi menjadi target man yang mudah ditebak.

Apalagi dengan kekuatan Fernandes yang beraksi dari lini kedua. 'Setan Merah' merasa yakin akan mampu membongkar pertahanan Chelsea, yang tidak pernah bisa tampil meyakinkan jika bermain di kandang.

Center back asal Jerman Antonio Rudiger harus menunjukkan penampilan terbaik seperti ketika menahan Leicester City 2-2 untuk mencegah the Blues menelan pil pahit. Bersama Andreas Christensen, ia bukan hanya menjadi pilar menjaga jantung pertahanan Chelsea, melainkan juga mengingatkan kapten kesebelasan Cesar Azpilicueta dan Reece James untuk mengawasi betul pergerakan dua gelandang gantung MU.

Chelsea sebenarnya merupakan tim yang potensial karena mereka memiliki dua gelandang bertahan berkelas dunia, yaitu N'Golo Kante dan Jorginho. Persaingan dengan dua gelandang muda 'Setan Merah', McTominay dan Fred, menarik untuk ditonton.

Pelatih Frank Lampard sebenarnya juga telah mampu meramu Chelsea baru yang penuh harapan. Hanya saja, konsistensi bermain belum mampu ditunjukkan para pemain muda. Ujung tombak Tammy Abraham apabila mampu menemukan harinya bisa menjadi penyerang yang sangat berbahaya.

AFP/Lindsey Parnaby

Pelatih Chelsea, Frank Lampard.

 

Apalagi, ia ditopang gelandang yang penuh potensi seperti pemain asal Brasil Willian serta dua bintang muda Inggris Mason Mount dan Callum Hudson-Odoi. Ketiganya bukan hanya mampu membuka peluang bagi Abraham, melainkan juga bisa menjelma menjadi penyerang yang mematikan.

Setan Merah masih sering membuat kekeliruan fatal ketika mencoba membangun serangan dari bawah. Kapten Harry Maguire beberapa kali membuat kesalahan fatal dalam mengontrol bola sehingga membahayakan gawang David De Gea. Sementara itu, rekannya, Victor Lindelof sering salah mengantisipasi serangan lawan.

Pekerjaan berat akibatnya harus dipikul bek sayap Aaron Wan-Bissaka dan Luke Shaw untuk menutup lubang di belakang. Padahal, mereka berdua sangat diandalkan untuk juga menopang serangan.

Kapten Chelsea Azpilicueta menyadari pertandingan Senin malam nanti akan sangat menentukan langkah mereka untuk bisa tampil di Liga Champions musim depan. Posisi di urutan keempat saat ini belum jaminan untuk bisa bertahan karena klub-klub lain seperti Manchester United dan Tottenham Hotspur berambisi untuk menggeser posisi Chelsea.

"Saya harus akui bahwa kami sering mengecewakan pendukung Chelsea justru ketika tampil di Stamford Bridge. Kami belum mampu berdiri kukuh justru saat tampil di kandang sendiri. Mudah-mudahan kami bisa secara bertahap memperbaiki diri dan menghapus kekecewaan pendukung the Blues mulai saat menjamu Manchester United nanti," janji bek kiri asal Spanyol itu.

BERITA TERKAIT