Yesaya Firmindi Hohu Kesempatan untuk Berbagi


Penulis: BAGUS PRADANA - 15 February 2020, 06:20 WIB
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
 MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
 

KURANG lebih enam tahun sejak divonis menderita kanker payudara stadium 4 pada 2014 lalu, Yesaya masih terlihat aktif dan enerjik menjalani hidup.

Setelah melakukan operasi pengangkatan payudara dan rutin menjalani kemoterapi setiap bulan, Yesaya tetap semangat menjalani hidup. Ketika melihat banyak orang yang memiliki kondisi sama seperti dirinya, ia kemudian membulatkan tekad dan berjanji kepada Tuhan untuk sedapat mungkin membantu mereka yang membutuhkan.

"Ketika kita melihat teman sesama penderita kanker menangis, otomatis kita jadi ikut sedih dan menangis. Menurut saya, energi kita akan ikut terkuras," ujar Andy Noya, dalam acara Kick Andy, kali ini.

Yesaya bercerita yang ada di pikirannya saat itu ialah keinginan untuk membantu karena dia merasa masih produktif, masih bisa bekerja. "Kalau kita bisa dapet sesuatu yang orang lain butuhkan, lalu kita serahkan buat dia, otomatis dia tersenyum. Ketika dia tersenyum, kita bisa tertawa bersama, dan energinya lebih positif," ungkap Yesaya tersenyum.

Meskipun merupakan seorang penyintas kanker, Yesaya tidak terlihat seperti orang yang terkena kanker pada umumnya. Dia tampak semangat menjalani hidup. Tak ada kata menyerah ataupun putus asa dalam kamus hidup Yesaya. Baginya, hidup ialah sebuah kesempatan, kesempatan untuk terus berbagi.

Melalui usahanya berjualan kacamata dan peralatan berkendara lainnya di kawasan BSD, Tangerang, Yesaya berhasil menyisihkan rezeki untuk membantu sesama. Telah banyak kursi roda, nebulizer, hingga kruk ia bagikan secara cuma-cuma dari hasil usaha yang ia sisihkan.

Ia bertekad akan terus berbagi dan membantu sesama selama masih diberi kesempatan untuk melakukannya. Meskipun terkadang ia merasa berat untuk melangkahkan kaki, terutama ketika penyakitnya kambuh. Namun, Yesaya tak pernah mau mengalah, ia ingin terus berbagi selama masih diberi kekuatan oleh Tuhan.

"Hidup itu adalah kesempatan untuk berbuat baik, kita tidak tahu kapan kita dipanggil, tapi setidaknya kita sudah memiliki modal saat mau dipanggil. Bukan modal harta, tapi modal amal kita," pungkasnya. (M-4)

BERITA TERKAIT