Masker jadi Hadiah Valentine Favorit di Hong Kong


Penulis: Nur Aivanni - 14 February 2020, 18:17 WIB
Philip Fong / AFP
 Philip Fong / AFP
Seorang pria mengenakan masker saat membeli bunga untuk Valentine di Hong Kong.

HARI Valentine semestinya mendatangkan cuan bagi pedagang bunga di Hong Kong. Namun, wabah COVID-19 atau virus korona yang merebak, ikut mematikan rezeki para pedagang.

Aman Fong, seorang direktur seni di sebuah toko bunga di distrik Mong Kok, mengatakan minggu menjelang hari Valentine transaksi di pasar bunga sangat buruk. Ia memerkirakan penurunan penjualan sebesar 40%.

"Ini jauh lebih buruk daripada tahun-tahun sebelumnya, tidak banyak orang keluar ke jalan karena virus," katanya kepada AFP, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (14/2).

Pasokan bunga, sambungnya, juga turun karena banyak pemasok asli berasal dari daratan Tiongkok dan mereka tidak bisa keluar lantaran virus korona. Alhasil, perusahaannya harus mengimpor bunga dari Belanda dan Taiwan sebagai gantinya.

Seorang manajer di toko lain, yang menyebut namanya Joyce, mengatakan tokonya harus mengurangi apa yang mereka beli ketika minat pelanggan berkurang.

"Bunga segar hanya bisa disimpan selama lima hingga tujuh hari. Kami tidak ingin memesan terlalu banyak kalau-kalau kami tidak bisa menjualnya," katanya.

Komoditas yang paling dicari tahun ini justru masker, item dalam persediaan pendek. Antrean panjang bermunculan di luar apotek yang mengumumkan adanya pengiriman baru.

Sepertiga responden dari survei pelanggan yang dilakukan oleh layanan perjodohan lokal Hong Kong Romance Dating mengatakan, masker bedah dan pembersih tangan adalah hadiah hari Valentine yang paling mereka harapkan.

Media sosial pun dipenuhi dengan foto-foto karangan bunga alternatif, seperti masker, beras, tisu basah, tisu toilet, dan komoditas lainnya yang menghilang dari rak-rak supermarket. (M-4)

BERITA TERKAIT