Tugas Berat Menanti Oktohari


Penulis: Yakub Pryatama Wijayaatmaja - 10 October 2019, 03:20 WIB
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

RAJA Sapta Oktohari secara resmi terpilih menjadi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam kongres yang berlangsung di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, kemarin. Oktohari terpilih jadi pengganti Erick Thohir secara aklamasi setelah dalam kongres dipastikan tidak ada lagi yang menjadi calon ketua umum.

"Hari ini (kemarin) kami terpilih secara aklamasi untuk bisa dipercaya sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum KOI," ujar Oktohari yang selama kepemimpin-annya hingga 2023 akan didam-pingi Warih Sandono.

Oktohari, yang mendapat dukungan dari 54 induk cabang olahraga, sebenarnya bisa saja tidak menjadi calon tunggal. Namun, Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia Oegroseno yang sebelumnya menyatakan diri untuk masuk bursa pemilihan Ketua Umum KOI memilih mengundurkan diri dari pencalonan dengan tidakmengembalikan formulir pendaftaran sesuai jadwal yang ditetapkan.

Kini, tugas berat pun sudah menanti Oktohari. Salah satunya yang sudah di depan mata ialah menyiapkan dan mengawal kontingen Indonesia di SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Filipina pada 29 November-11 Desember mendatang.

"Waktu berjalan cepat, kami juga mengalami proses transisi pergantian pemerintahan yang akan dilantik dan kemudian meng-ajak Menteri Pemuda Olahraga yang baru untuk bekerja sama," kata Oktohari yang juga sedang menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Sepeda Sport Seluruh Indonesia (ISSI).

Erick Thohir sebelumnya telah berpesan agar Ketua Umum KOI yang baru bisa menyelesaikan masalah perihal beberapa induk cabang olahraga yang masih bermasalah dengan dualisme. Erick juga mengatakan bahwa salah satu tugas berat yang harus dikerjakan Oktohari dan jajarannya ialah meloloskan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

"Tantangan terberat kepengu-rusan KOI baru ialah bagaimana meloloskan Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032. Bukan berarti itu jadi hal yang memberatkan karena beliau juga perlu dukungan dari stakeholder olahraga untuk benar-benar terjadi karena proses yang cukup panjang," kata Erick.

Target juara umum

Dalam rangka persiapan untuk menghadapi SEA Games, Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) akan mengirimkan delapan lifternya ke kejuaraan junior di Pyong Yang, Korea Utara. Kompetisi tingkat Asia itu akan berlangsung pada 19-27 Oktober.

Mereka yang diterjunkan ke kejuaraan itu ialah Muhammad Faathir (61 kg), Rizki Juniansyah (67 kg), dan Mohammad Yasin (67 kg) di sektor putra. Lalu di sektor putri ada Tsabita Alfiah Ramadhani (64 kg), Juliana Klarisa (55 kg), dan Putri Aulia (59 kg).

Dikirimkannya para junior itu lantaran PABBSI menginginkan Indonesia bisa menjadi juara umum di SEA Games nanti. Menurut pelatih kepala pelatnas angkat besi Dirdja Wihardja, ada banyak peluang emas di nomor pertandingan yang diikuti lifter putra. Di Filipina, Indonesia nantinya juga akan mengandalkan Eko Yuli Irawan, Deni, Rahmat Erwin Abdullah, dan Windy Cantika Aisah. (*/Ant/R-3)

BERITA TERKAIT