KONI Siap Menata Pembentukan Pengurus Besar Esports Indonesia


Penulis: Despian Nurhidayat - 04 October 2019, 18:34 WIB
ROSLAN RAHMAN / AFP
ROSLAN RAHMAN / AFP

MELIHAT perkembangan Esports yang semakin pesat, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyatakan siap ambil bagian dalam perkembangan Esports di tanah air. Keputusan tersebut diambil setelah terselenggaranya Simposium Esports Indonesia yang diselenggarakan di Kantor KONI Pusat di Jakarta pada hari Kamis (3/10).

Simposium Esports Indonesia kali ini dibuka oleh Frengky Ong, selaku penanggung jawab dari acara simposium. Dalam sambutannya, Frengky Ong mengklaim jika simposium ini paling lengkap karena dihadiri oleh para stakeholder Esports di Indonesia seperti tim Esports, perwakilan liga, perwakilan e-payment, sponsor, serta tiga asosiasi game di Indonesia yakni AGI, AVGI, dan IeSPA.

Frengky Ong juga menambahkan bahwa ia memiliki alasan tersendiri berkaitan dengan terselenggaranya simposium ini di kantor KONI Pusat. Padahal, ada beberapa sponsor yang menawarkan simposium ini diadakan di tempat yang lebih mewah seperti ballroom hotel dan sebagainya.

"Simposium ini diadakan di 'rumah kita', rumah bersama untuk persatuan Esports di Indonesia yang netral dan profesional yaitu di gedung KONI Pusat," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Jumat (4/10).

"Acara ini pun terselenggara guna mendapatkan masukan dari semua stakeholder termasuk aspirasi dari masyarakat guna penyusunan dan pembentukan Pengurus Besar Esports Indonesia," lanjut Frengky.

Tidak hanya dari pelaku Industri Esports saja, simposium ini juga dihadiri oleh Mielitza K. selaku perwakilan orang tua dari anak-anak pegiat Esports. Dalam pemaparannya, Mielitza juga memberikan beberapa pandangan dan usulan terkait Esports.

“Kedepannya, KONI punya peran penting untuk mendukung program pemerintah sebagai perpanjangan tangan Esports di indonesia. Tentunya harus dengan regulasi yang jelas. Karena ada rambu-rambu disitu. Kita bisa memproteksi anak-anak kita. Dampaknya juga harus dilihat dari sisi mana, pendidikan, psikologi, kesehatan lingkungan sosial dan lain-lain” tambah Mielitza.

“Berikutnya, dukung hobi yang bisa menjadi bakat untuk berprastasi sekaligus bisa menjadi seorang entrepreneur. Karena sekarang game juga bisa menghasilkan,” pungkasnya.

Dari hasil simposium tersebut, terumuskan jika ada beberapa tantangan bagi industri Esports terutama terhadap persepsi masyarakat terutama orang tua yang masih memandang sebelah mata Esports. Tidak hanya itu, saat ini Esports juga masih belum menjadi cabang olahraga resmi di Indonesia. Sehingga, kompetisi Esports masih dilakukan secara sendiri-sendiri. Tak hanya dua tantangan tersebut, tentu saja masih ada tantangan-tantangan lainnya yang akan hadir di Industri ini.

Untuk itu, melalui simposium ini KONI juga mengungkapkan jika pihaknya akan segera membentuk pengurus besar Esports Indonesia. Induk cabang Esports ini akan terbentuk dengan melibatkan berbagai Stakeholder mulai dari Tim Esports Profesional, Developer Game, Media, Event Organizer, dan juga Asosiasi game di Indonesia. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Letjen TNI (Purn) Marciano Norman selaku Ketua Umum dari Koni Pusat.

“KONI bertekad untuk menata persiapan pembentukan pengurus besar Esports Indonesia. Kita bekerjasama dengan Kementerian Pemuda Olahraga, Kementerian KOMINFO, Kemudian dengan Komite Olimpiade Indonesa dan seluruh Stakeholder Esports Indonesia. Dari situ kita yakin perkembangan Esports di Indonesia ini akan membuat suatu langkah yang sangat maju dan Esports ini sebagai organisasi juga akan betul-betul menjadi organisasi yang dicintai oleh anak muda,” pungkasnya.

Tidak hanya berdiskusi tentang Esports saja, di acara simposium ini KONI juga memberikan penghargaan kepada dua tim Esports ternama di Indonesia yakni RRQ dan Evos Capital yang sudah berhasil membawa nama harum Indonesia di kancah internasional melalui game Free Fire. (OL-4)

BERITA TERKAIT