Setya Novanto Dipanggil KPK sebagai Saksi Tersangka Paulus Tannos


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 12 September 2019, 11:48 WIB
MI/Bary Fathahilah
MI/Bary Fathahilah

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Setya Novanto (Setnov).

Mantan Ketua Partai Golkar itu dipanggil penyidik KPK untuk memberikan kesaksian terkait dengan kasus suap dalam proyek KTP-el dengan tersangka Paulus Tannos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka PLS (Paulus Yannos)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (12/9).

Keterangan Setnov, imbuh Febri, diperlukan dalam penyidikan dengan tersangka Paulus Tannos. Paulus merupakan satu dari empat tersangka baru dalam kasus KTP-el.

Selain Paulus ada nama mantan anggota DPR Miryam S Haryani, mantan Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) Isnu Edhi Wijaya, dan pegawai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Husni Fahmi.

Empat orang tersebut disangka melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Mereka disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

KPK sebelumnya juga memanggil Miryam sebagai saksi untuk tersangka Paulus. Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK masih mendalami keterangan terkait dengan aliran dana KTP-el yang diduga mengalir ke sejumlah politikus DPR.

Selain Setnov, ada tiga saksi lainnya yang juga dipanggil yaitu Direktur PT Stacopa Raya Hadi Suprapto Kalalim, pensiunan PNS Kementerian Dalam Negeri Suciati, dan karyawan money changer PT Berkat Omega Sukses Sejahtera Yu Bang Tjhiu alias Mony. (Dhk/OL-09)

BERITA TERKAIT