Habibie Pernah Tolak Tawaran Jadi WN Kehormatan Jerman


Penulis: Atikah Ishmah Winahyu - 11 September 2019, 23:03 WIB
Antara/ Wahyu A putro
Antara/ Wahyu A putro

PRESIDEN ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie semasa hidupnya telah menorehkan segudang prestasi di bidang teknologi, khususnya dunia penerbangan.

Habibie sempat bekerja di Jerman selama beberapa waktu, yakni di perusahaan kereta api Firma Talbot. Ia mendesain kereta yang digunakan untuk mengangkut barang dalam jumlah besar.

Setelah itu dia melanjutkan kariernya sebagai peneliti di dunia dirgantara. Penemuannya yang bernama crack progression theory atau teori Habibie kemudian membuat eksistensi pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan itu diakui oleh para ahli dirgantara di Jerman.

Berkat kejeniusannya, Habibie pun dipercaya menjadi Direktur Teknologi dan Vice President perusahaan penerbangan Messerschmitt-Bolkow-Blohm (MBB).

Baca juga: Ini Rute Pengantar Jenazah BJ Habibie ke TMP Kalibata

Melihat potensi yang dimiliki Habibie, pemerintah Jerman lantas menawarkan satus warga negara kehormatan kepada Habibie. Namun, tawaran tersebut ditolak olehnya.

Meski ditolak, pemerintah Jerman tetap membebaskan Habibie untuk tinggal di negara mereka selama kapanpun dia mau.

Selain kebebasan untuk tinggal, pemerintah Jerman juga memberikan bintang penghargaan Das Grosse Verdenstkreuz Mit Stern und Schulterband dan Das Grosse Verdienstkreuz kepada Habibie atas jasa-jasanya di bidang teknologi.

Habibie meninggal dalam kondisi sakit, Rabu (11/9) pukul 18.05, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Presiden Joko Widodo menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya presiden ke-3 BJ Habibie pukul 18.05 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Pihak keluarga berencana memakamkan Habibie di samping Nyonya Hasri Ainun Besari Habibie. Keduanya akan bersanding di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta. (OL-8)

BERITA TERKAIT