Kuartal II, Total Pendapatan Asuransi Jiwa Meningkat 31,9 Persen


Penulis: Faustinus Nua - 11 September 2019, 20:15 WIB
ANTARA
ANTARA

INDUSTRI asuransi jiwa di Indonesia memperoleh peningkatan total pendapatan 31,9% di kuartal II tahun 2019. Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon, dalam konferensi pers laporan kinerja asuransi jiwa kuartal II di Jakarta, Rabu (11/9).

"Total pendapatan industri asuransi jiwa Indonesia pada kuartal kedua 2019 meningkat 31,9% atau sebesar Rp118,32 triliun dibandingkan pada kuartal yang sama tahun sebelumnya Rp89,73 triliun," kata Budi.

Budi menjelaskan pada kuartal II tahun 2019 ini pihaknya mencatat total pendapatan, total klaim dan manfaat yang dibayarkan serta jumlah agen berlisensi yang mengalami pertumbuhan. Sementara total premi sendiri tercatat mengalami perlambatan.

"Kuartal kedua ini, pendapatan premi mengalami perlambatan 3,6% atau sebesar Rp90,24 triliun dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp93,58 triliun. Kontribusi terhadap total pendapatan keseluruhan sebesar 76,3%," tuturnya.

Baca juga: Industri Asuransi Jiwa Diprediksi Membaik

Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI, Wiroyo Karsono, menjelaskan total klaim dan manfaat yang dibayarkan tersebut cukup tinggi. Hal tersebut dipengaruhi adanya kontrak yang sudah berakhir, klaim meninggal dunia, tingginya nilai tebus, partial withdrawal, klaim kesehatan dan lain-lain.

"Total klaim dan manfaat yang dibayarkan kepada masyarakat meningkat 8,21% atau sebesar Rp65,77 triliun, pada periode sebelumnya sebesar Rp60,78 triliun," imbuhnya.

Sementara Ketua Bidang Operasional dan perlindungan Konsumen, Freddy Thamrin, menyebut peningkatan juga disumbang dari total uang pertanggungan dengan kontribusi sebesar 4,3% mencapai Rp3.997,48 triliun dari Rp3.832,11 triliun di 2018. Kemudian total polis yang meningkat 4,8% yakni 17.610.510 dari 16.803.372 di 2018 dan juga total pertanggungan naik 11,9% atau sebesar 59,59 juta orang dari tahun sebelumnya sebesar 53,27 juta orang.

"Untuk jumlah tenaga pemasar asuransi jiwa berlisensi mengalami perlambatan di kuartal kedua di angka 0,9% menjadi 598.029 orang, dibandingkan tahun sebelumnya 603.605 orang," jelas Freddy.(OL-5)

BERITA TERKAIT