Emas Lompat Jangkit Pompa Keyakinan Maria


Penulis: Despian Nurhidayat  - 08 August 2019, 00:10 WIB
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

RAIHAN medali emas nomor lompat jangkit putri Kejurnas Atletik U-18, U-20, Senior 2019 di Stadin Pakansari, Cibonong, Bogor, Rabu (7/8) menambah keyakinan Maria Natalia Londa menatap SEA Games 2019. Emas tersebut menjadi modal Maria untuk mengulang prestasi meraih emas lompat jangkit SEA Games 2015 lalu.

Maria menjadi yang terbaik dengan lompatan sejauh 13,27 meter. Walau masih di bawah rekornas yang diciptakannya pada 2013 sejauh 14,17 meter, ia mengaku senang dengan pencapaiannya kali ini. Terlebih, ini merupakan kali pertama atlet asal Bali berusia 28 tahun itu kembali turun di nomor lompat jangkit setelah terakhir tampil di nomor ini pada SEA Games 2017.

“Hasil ini cukup baik karena ini menjadi kali pertama saya turun di lompat jangkit sejak 2015. Ketika lomba, tadi saya berpikir untuk menguatkan di awalan saja,” ungkap Maria.

Ia mengatakan sangat berhati-hati ketika turun di nomor lompat jangkit karena nomor itu mendatangkan risiko besar cedera kepada atlet. “Lompat jangkit risiko ­cederanya lebih besar, jadi saya hati-hati. Makanya saya bedain, kalau saya lompat jauh pakai kaki kanan, jangkit kiri,” lanjutnya.

Emas nomor lompat jangkit menjadi emas kedua Maria setelah pada Minggu (4/8), menyabet emas nomor lompat jauh. Dua emas tersebut menjadi modal besar Maria mengulang prestasi SEA Games 2015 dengan meraih emas dua nomor tersebut pada SEA Games 2019 Filipina.    

“Apa yang saya dapat ini membuat kepercayaan diri makin tinggi menghadapi SEA Games 2019. Pada 2015 saya meraih emas dua nomor tersebut. Semoga bisa mempertahankan hasil positif itu,” ungkap Maria.

Jatim juara umum

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung mengatakan kejurnas atletik kali ini berlangsung dengan baik. Meski begitu, Tigor ­mengakui PASI masih memiliki kesulitan dalam permasalahan dana dan pengembangan talenta daerah karena permasalahan sarana, prasarana, dan lainnya.

“Kita kesulitan ­menghadapi tantangan dana. Sarana di daerah juga belum begitu baik, SDM-nya juga sama. Jadi kita menghargai dengan luar biasa daerah-daerah yang berpartisipasi,” ungkapnya.

Kejurnas ini, jelas Tigor, menjadi salah satu seleksi atlet khususnya senior ­untuk SEA Games 2019. Tigor mengga-risbawahi bahwa atlet dalam pelatnas sudah sewajarnya meraih prestasi. 

“Sudah jauh-jauh hari kita sudah buat standar untuk atlet senior harus masuk di kisar-an prestasi. Kalau nggak, ya mereka harus meninggalkan pelatnas,” lanjutnya.

Saat ini PASI telah mendaftarkan sebanyak 35 atlet senior untuk SEA Games 2019. Namun, jumlah itu bisa berkurang karena akan ditam-bahkan sektor junior yang menunjukkan potensi baik.

Pada kejurnas tahun ini, Jawa Timur menunjukkan dominasi dengan merebut gelar juara umum. Jawa Timur meraih 26 medali emas, 20 medali perak, dan 19 medali perunggu. Diikuti Jawa Barat di posisi kedua, dengan raihan 16 medali emas, 12 medali perak, dan 13 medali perunggu. Adapun posisi ketiga ditempati DKI Jakarta yang meraih 15 medali emas, 7 medali perak, dan 12 medali perunggu. (R-1)

BERITA TERKAIT