23 April 2022, 04:10 WIB

Ramadan Momentum Merawat Toleransi


Dede Susianti/H-2 | Ramadan

MI/DEDE SUSANTI
 MI/DEDE SUSANTI
Pengurus Vihara Dhanagun di Jalan Suryakancana, Kota Bogor, membagikan paket Lebaran kepada anak yatim piatu, Kamis (21/4).

"SYAILILLAH ya Ramadhan, syailillah ya Ramadhan, syailillah ya Ramadhan. Bil qobuul wal gufron." Lantunan selawat itu menggema di Vihara Dhanagun (Hok Tek Bio), wihara tertua berusia 3 abad di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/4) pagi.

Pembacaan selawat kepada Nabi Muhammad SAW disusul doa bersama oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, TB Muhidin, membuka acara Berbagi Paket Lebaran di tempat peribadatan etnis Tionghoa itu.

Sebanyak 300 anak yatim piatu duduk dengan tertib dengan tetap mengenakan masker. Di tangan mereka, tergenggam secarik kertas kupon yang sudah diberikan panitia.

Kiyun atau yang akrab disapa tante Kiyun, salah satu pengurus di Vihara Dhanagun yang menjadi panitia acara itu, mengatakan kegiatan berbagi tersebut dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri umat Islam.

"Ada 300 paket yang dibagikan ke anak yatim seluruh kecamatan se-Kota Bogor. Selain sembako isi paket, juga ada kue, kurma, kain sarung, serta uang santunan," katanya saat ditemui Media Indonesia.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti yang dilakukan hari itu sudah berlangsung sejak tujuh tahun lalu, sejak digagas Guntur Santoso yang merupakan salah seorang tokoh Tionghoa Kota Bogor.

Wihara juga mengadakan acara buka puasa bersama ketika Ramadan datang.

Namun, pada masa covid-19, acara buka puasa bersama ditiadakan dan diganti dengan kegiatan berbagi sembako ke rumah warga miskin dan yang membutuhkan.

Jimmy Carter, salah seorang panitia, menambahkan bahwa makna dan tujuan acara hari itu demi merawat toleransi di Kota Bogor dengan menjaga nilai keikhlasan dan kebersamaan. Di situasi sulit pandemi sekalipun.

"Kita di sini, semua sama. Berkewajiban saling membantu, tak terbatasi agama. Kita mau semua bisa saling berbagi. Siapa punya lebih, yang kurang bisa menikmati. Kita memberi manfaat bagi orang lain," ucapnya.

Dalam rangka merawat toleransi itu juga, umat tiga aliran kepercayaan, yakni Tao, Buddha, dan Konghucu, melakukan kegiatan saling mengunjungi antaragama. Seperti yang terlihat pada pekan lalu, saat Vihara Dhanagun menerima kunjungan atau safari toleransi dari Keuskupan Bogor. (Dede Susianti/H-2)

BERITA TERKAIT