12 April 2022, 09:05 WIB

Banyak Dikonsumsi saat Ramadan, Labu Kuning Jaga Gula Darah Tetap Stabil


Zubaedah Hanum | Ramadan

MI/Amiruddin
 MI/Amiruddin
Labu kuning.

LABU kuning termasuk salah satu makanan yang direkomendasikan kepada pasien diabetes karena mampu menyeimbangkan gula darah. Oleh sebab itu, makanan ini cocok untuk dikonsumsi di bulan Ramadan.

Dilansir dari Elite Daily, labu kuning dikenal memiliki kandungan serat yang tinggi. Elizabeth Trattner, seorang ahli pengobatan Tiongkok dan integratif mengatakan bahwa labu kuning juga merupakan pilihan yang baik untuk menjaga agar tekanan darah tetap stabil.

Satu porsi labu segar yang dimasak mengandung tiga gram serat. Sementara, versi kaleng memiliki lebih dari tujuh gram. Dengan menambahkannya ke dalam makanan, kamu dapat membantu mencapai kebutuhan gizi harianmu.

 Selain menjaga gula darah stabil, labu kuning juga bagus untuk kesehatan mata. “Sama seperti wortel dan ubi manis, labu kuning juga memiliki kandungan beta karoten yang tinggi, yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan mata,” ujar Trattner.

Lalu, beta karoten di dalam labu kuning juga bermanfaat untuk bagian tubuh yang lain. Sebab, menurut Trattner, pigmen merah-oranye dalam labu kuning juga dapat meningkatkan kesehatan otak, kemampuan kognitif, dan paru-paru.

Di masa pandemi ini juga, mengonsumsi labu kuning sangat baik dilakukan karena bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Hal itu karena biji labu kaya akan kandungan zinc yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bahkan, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam North American Journal of Medical Science, menemukan bahwa campuran flax seed dengan biji labu dapat meningkatkan anti-inflamasi dan imunitas pada tikus, yang berdampak sama juga pada manusia.

Manfaat lain dari labu kuning atau labu tanah ini adalah bisa meringankan gejala menstruasi. Hal itu, kata Trattner, didapat dari biji labu ataupun biji-bijian lainnya seperti flax seed, biji wijen, biji bunga matahari, dan lainnya yang bisa menyeimbangkan hormon dan mengurangi gejala pre menstruation syndrome atau PMS. Selain itu, biji-bijian tersebut juga dapat memberikan dorongan pada hormon estrogen bagi wanita. (Medcom.id/H-2)

BERITA TERKAIT